Ketum PSSI Minta Penyerangan Suporter Diusut, Klub Terancam Pengurangan Poin!
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir meminta penyerangan suporter sepak bola diusut tuntas. Dia menegaskan keselamatan suporter harus menjadi tanggung jawab bersama.
Pernyataan itu merespons tewasnya remaja berinisial ARK (16), bobotoh Persib Bandung, usai menonton pertandingan Persib vs Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. “Yang namanya suporter itu harus pulang ke rumah dengan selamat,” kata Erick di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Ketua PSSI itu mengatakan, penanganan kerusuhan sejatinya bergantung pada lokasi kejadian. Insiden di luar stadion menjadi ranah kepolisian, sedangkan kerusuhan di dalam lapangan menjadi tanggung jawab klub dan suporter.
Menyoal insiden di Pakansari, Erick menyebut saat ini lima orang sudah ditangkap. Dia juga telah menghubungi Kapolres Bogor untuk meminta kasus tersebut ditindaklanjuti.
Baca Juga
Bus Persib U-18 Diserang, PSSI Ancam Pengurangan Poin Hingga Larangan Suporter Tandang
“Pak, tolong tindaklanjuti pasti seperti apa. Apakah ini kriminalitas, kriminal murni atau tentu persaingan ya karena ketidaksukaan antar-suporter,” ujar Erick, membeberkan isi percakapannya dengan Kapolres Bogor.
Sanki pengurangan poin
Erick pun kembali menegaskan bahwa kerusuhan di dalam lapangan dapat berujung pada pengurangan poin bagi klub. Dia bahkan mendorong sanksi lebih berat jika insiden serupa tragedi Kanjuruhan kembali terjadi.
“Kalau masih terjadi ya hal seperti (tragedi) Kanjuruhan ya itu mohon maaf, mudahlah (untuk) pengurangan poin sebanyak-banyaknya aja gitu, biar ada (efek) jera,” kata Erick.
Ketua PSSI juga menyebut pembatasan suporter tandang dapat diberlakukan untuk mencegah insiden kembali terulang. Dia berharap sepak bola kembali menjadi ruang pemersatu masyarakat.
"Sampai kapan, ya, negara kita harus terpecah seperti ini, padahal bola kemarin ketika kita juara FIFA ASEAN (Cup 2026), kita menyatukan seluruh bangsa kita," sesal Erik.
Sampai berita ini diturunkan, kronologi dan penyebab tewasnya ARK (16) masih belum diketahui. Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya menyampaikan duka cita melalui video di akun Instagramnya, Senin (26/10/2026). Dia berharap peristiwa tersebut tidak terulang dan sepak bola tetap mengajarkan kebersamaan.
