Suporter Iran Kena Imbas Perang, Alokasi Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Jelang Kick-off
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Kontroversi kembali menghantam tim nasional Iran jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Iran (IRIFF) mengungkapkan alokasi tiket resmi untuk para pendukung di fase grup tiba-tiba dicabut hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Keputusan tersebut memicu protes dari Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) karena dinilai merugikan ribuan suporter yang telah membeli tiket dan menyiapkan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mendukung Team Melli.
Menurut FFIRI, regulasi FIFA selama ini memberikan jatah sekitar 8% tiket untuk setiap pertandingan kepada asosiasi peserta agar dapat didistribusikan kepada pendukung masing-masing negara. Iran mengklaim telah memulai proses penjualan tiket kepada suporter sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga
Jurrien Timber Absen di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Tolak Salahkan Arsenal
Namun, secara mendadak alokasi tersebut dibatalkan sehingga FFIRI tidak lagi dapat menyerahkan tiket kepada para pendukung. Padahal, sebagian suporter disebut telah memesan tiket pesawat, akomodasi, dan berbagai kebutuhan perjalanan lainnya.
Dalam pernyataan resminya, FFIRI menilai pencabutan hak distribusi tiket itu bertentangan dengan prinsip kesetaraan yang seharusnya dijunjung dalam ajang olahraga internasional.
FFIRI juga mempertanyakan kemungkinan adanya faktor non-olahraga yang mempengaruhi penyelenggaraan turnamen. Mereka meminta FIFA menjaga netralitas serta menerapkan aturan yang sama kepada seluruh peserta Piala Dunia.
Persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 memang diwarnai berbagai kendala. Situasi keamanan yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah membuat perjalanan dan operasional tim tidak berjalan mulus.
Pada akhir Mei lalu, Iran memindahkan pusat latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Asosiasi Iran saat itu menuding Amerika Serikat tidak bersedia menjadi tuan rumah pemusatan latihan mereka.
Selain itu, sejumlah anggota staf dan pejabat FFIRI juga dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat. Beberapa pejabat penting bahkan disebut gagal mendapatkan izin masuk menjelang turnamen.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menegaskan para pemain Iran tetap dipersilakan tampil di Piala Dunia. Tapi, otoritas AS akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap individu yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Persoalan serupa juga sempat terjadi ketika delegasi Iran gagal menghadiri Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pada April lalu setelah sejumlah pejabat federasi, termasuk presiden FFIRI Mehdi Taj, ditolak masuk oleh otoritas setempat.
Di tengah berbagai polemik tersebut, Iran tetap bersiap menjalani pertandingan Grup J Piala Dunia 2026. Team Melli dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni, Belgia pada 21 Juni, dan Mesir pada 26 Juni.
Baca Juga
Kylian Mbappe Mandul Jelang Piala Dunia 2026, Didier Deschamps Santai

