Diprotes Suporter, Harga Tiket Transportasi Umum Piala Dunia 2026 Turun
Poin Penting
|
NEW JERSEY, investortrust.id – Panitia transportasi Piala Dunia 2026 akhirnya memangkas harga tiket kereta dan shuttle bus menuju stadion di New Jersey setelah gelombang protes dari suporter sepak bola. Sebelumnya, tarif perjalanan menuju venue pertandingan dianggap terlalu mahal dan memicu kritik keras dari fans.
New Jersey akan menjadi salah satu venue penting Piala Dunia 2026. Stadion yang digunakan adalah MetLife Stadium, dan akan menggelar banyak tim nasional papan atas, salah satunya Inggris.
Sayang, harga transportasi di kawasan ini menuai kecaman luas karena dinilai tidak masuk akal. Padahal, perjalanan kereta pulang-pergi normal dari Penn Station Manhattan menuju stadion yang berjarak sekitar 29 kilometer biasanya hanya sekitar US$12,90 (Rp208 ribu).
Baca Juga
Martin Odegaard-Erling Haaland Pimpin Skuad Norwegia di Piala Dunia 2026
Kelompok suporter Inggris melalui Football Supporters’ Association (FSA) bahkan menyebut tarif tersebut “astronomis” dan jauh di luar kewajaran untuk sebuah ajang sepak bola internasional.
Mereka membandingkannya dengan edisi sebelumnya. Pada Piala Dunia di Rusia dan Qatar, layanan transportasi bagi pemegang tiket pertandingan diberikan secara gratis. Bahkan, Amerika Serikat awalnya juga berkomitmen menawarkan fasilitas serupa saat mengajukan diri sebagai tuan rumah pada 2018. Tapi, kesepakatan tersebut berubah pada 2023. FIFA kemudian memutuskan suporter tetap harus membayar sesuai harga operasional.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, sebelumnya juga mengkritik FIFA karena menolak memberikan subsidi transportasi selama turnamen berlangsung. Dia menegaskan warga New Jersey tidak boleh dibebani biaya tambahan demi penyelenggaraan Piala Dunia.
Akibat protes yang dilancarkan suporter, harga tiket kereta menuju MetLife Stadium kini dipotong dari US$150 (Rp2,4 juta) menjadi US$98 (Rp1,58 juta). Sementara tarif shuttle bus turun drastis dari US$80 (Rp1,29 juta) menjadi US$20 (Rp323 ribu).
Menanggapi kritik yang terus membesar, FIFA menyatakan tidak ada preseden kenaikan harga transportasi besar-besaran untuk acara olahraga di MetLife Stadium. Tekanan publik akhirnya membuat tarif diturunkan.
“Berita baiknya, sebelum tiket kereta NJ Transit untuk Piala Dunia mulai dijual, harga tiket berhasil diturunkan menjadi US$98 tanpa menggunakan uang pajak warga New Jersey,” tulis Sherrill melalui media sosialnya.
Gubernur New York, Kathy Hochul, juga ikut mengumumkan pemangkasan tarif shuttle bus hingga 75 persen. Menurutnya, akses menuju pertandingan Piala Dunia harus dibuat semudah mungkin bagi semua orang. “Menuju Piala Dunia harus bisa diakses semudah mungkin,” ujar Hochul.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/GovSherrillNJ/status/2044538752563917076?ref_src=twsrc%5Etfw
Hanya saja, persoalan harga transportasi belum sepenuhnya selesai. Di Gillette Stadium, Boston, harga tiket transportasi justru melonjak lebih dari 300% selama turnamen berlangsung. Tarif perjalanan pulang-pergi dari pusat kota Boston menuju stadion yang biasanya hanya US$20 (Rp323 ribu), kini naik menjadi US$80 (Rp1,29 juta).
Kenaikan harga itu diperkirakan akan berdampak besar bagi suporter Inggris dan Skotlandia yang memiliki jadwal pertandingan di Boston dan New Jersey. Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana di Boston pada 23 Juni sebelum melawan Panama di New Jersey empat hari kemudian. Sementara Skotlandia akan memainkan dua pertandingan grup di Boston melawan Haiti dan Maroko.
Di tengah polemik tersebut, beberapa kota tuan rumah lain justru menawarkan tarif lebih ramah suporter. Kansas City menetapkan tiket bus pulang-pergi ke stadion hanya US$15 (Rp242 ribu). Sedangkan Philadelphia mempertahankan tarif transportasi normal sebesar US$2,90 (Rp47 ribu) selama turnamen berlangsung.
Baca Juga
Ousmane Dembele Dipastikan Fit Lawan Arsenal, Siap untuk Final Liga Champions

