CEO Binance Didakwa Cuci Uang, Aksi Penarikan Dana Capai Rp15,59 T
JAKARTA, Investortrust.id – Pimpinan perusahaan platform perdagangan mata uang kripto Binance, Changpeng Zhao telah mengundurkan diri pada Selasa (21/11/2023) dan mengaku bersalah pada di hadapan Departemen Kehakiman. Sehari setelah pengunduran dirinya, terjadi aksi penarikan dana besar-besaran nasabah dari platform Binance hingga mencapai lebih dari US$1 miliar (setara dengan Rp15,59 triliun dengan kurs Rp15.592 per dolar AS. Penarikan sebesar itu terjadi dalam 24 jam terakhir, kendati tidak termasuk aset utama bitcoin.
Disampaikan perusahaan penyedia data blockchain Kaiko yang dikutip CNBC.com, likuiditas Binance juga melorot 25% dalam periode waktu yang sama, karena market maker menarik posisi mereka.
Penarikan aset secara signifikan ini mirip dengan apa yang terjadi sebelumnya ketika bursa dan pendirinya dijerat dengan 13 pelanggaran sekuritas oleh SEC.
Baca Juga
Giliran CEO Binance Harus Mundur Setelah Terkena Pasal Pidana Pencucian Uang
Token asli platform Binance, BNB, anjlok lebih dari 8% dalam 24 jam terakhir. Menurut Nansen,lembaga analis blockchain, Binance memiliki sekitar US$2,8 miliar nilai token BNB. Pada bulan Maret, setelah Binance menghentikan insentif nol biaya untuk pasangan aset kripto termasuk bitcoin, bursa mulai melihat pangsa perdagangan spotnya menurun.
Meskipun demikian, Binance tetap menjadi bursa kripto terbesar di dunia secara global, yang mengelola miliaran dolar dalam volume perdagangannya setiap tahun.
Sebelumnya diberitakan Binance setuju untuk membayar denda US$4,3 miliar kepada pemerintah AS. Kesepakatan tersebut mengakhiri penyelidikan selama bertahun-tahun terhadap bursa kripto tersebut.
Baca Juga
Nansen menyebutkan, aset senilai lebih dari US$65 miliar masih terkelola di platform, yang berarti Binance kemungkinan masih memiliki modal yang cukup untuk menahan gejolak kaburnya investor dari platform. Penarikan dana memang meningkat, namun belum dikategorikan "ekskodus massal".
“Setelah kejutan sesaat dari kesepakatan dengan Departemen Kehakiman, tidak ada dampak signifikan pada sebagian besar aset,” kata Grzegorz Drozdz, seorang analis pasar di perusahaan investasi Conotoxia Ltd dikutip CNBC.com.
“Kripto yang tampaknya paling menderita, kehilangan lebih dari 9%, adalah token BNB dari Binance. Dari 100 kripto teratas, sebanyak 98 token telah mengalami pemulihan dalam 24 jam terakhir. Bitcoin, sementara itu, turun 4% sebelum pulih dan tetap mengalami loss sebesar 1,3%,” katanya.

