Mayoritas Bursa Asia Melemah, Pasar Cermati Data Ekonomi Tokyo dan Korsel
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Jumat (29/11/2024). Investor menilai angka inflasi Tokyo November, dan angka produksi industri dari Korea Selatan.
Baca Juga
Pasar Asia Dibuka Menguat, Saham Australia Catat Rekor Tertinggi
Tingkat inflasi utama di Tokyo November mencapai 2,6%, meningkat dari 1,8% bulan Oktober.
Inflasi inti, yang tidak termasuk biaya makanan segar, naik menjadi 2,2% dibandingkan dengan ekspektasi jajak pendapat Reuters sebesar 2,1%.
Angka inflasi di Tokyo secara luas dianggap sebagai indikator tren nasional.
Secara terpisah, produksi industri Korea Selatan mengalami peningkatan sebesar 2,3% YoY di bulan Oktober, menandai pembalikan dari penurunan sebesar 1,3% di bulan September.
Namun, indeks acuan negara, Kospi, turun 1,74% sedangkan indeks saham kecil Kosdaq turun 1,75%.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,59% setelah rilis data inflasi. Sedangkan, indeks Topix berbasis luas turun 0,35%.
Baca Juga
Pasar Asia Mayoritas Jatuh, Nikkei 225 Dibuka Anjlok Lebih dari 1%
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,35%.
Indeks Hang Seng Hong Kong melawan tren dan naik 0,21% pada awal perdagangan, sementara CSI 300 Tiongkok daratan sedikit turun.
Pasar AS tutup untuk merayakan Thanksgiving pada hari Kamis, dan hanya akan dibuka setengah hari pada hari Jumat.

