Cermati Data Perdagangan China dan Australia, Mayoritas Pasar Saham Asia Melemah
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Kamis (7/9/20223).
Pelemahan itu antara lain dipengaruhi oleh aksi jual di Wall Street, yang terlihat dari anjloknya indeks utama pasar saham Amerika Serikat. Selain itu, investor juga mencermati data perdagangan Tiongkok dan Australia.
Baca Juga
Perekonomian Tiongkok Masih Runyam, Ekspor Agustus Merosot 8,8%
Impor dan ekspor Tiongkok masing-masing turun 7,3% dan 8,8% YoY, lebih rendah dari penurunan sebesar 9% dan 9,2% yang diperkirakan oleh jajak pendapat para ekonom oleh Reuters.
Di Australia, seperti dikutip CNBC.com, indeks S&P/ASX 200 turun 0,93% menjelang rilis data perdagangan bulan Juli. Australia memimpin kerugian di Asia.
Nikkei 225 Jepang turun 0,11% setelah naik delapan hari berturut-turut, sementara Topix mendekati garis datar
Kospi Korea Selatan mengalami kerugian 0,8%, sedangkan Kosdaq naik 1,05%.
Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 0,79%, sementara pasar Tiongkok daratan melemah, dengan CSI 300 turun 0,61%.
Di AS, ketiga indeks utama mengalami aksi jual karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga.
Baca Juga
Wall Street Memerah di Tengah Ketidakpastian Arah Suku Bunga, Dow Tergerus Hampir 200 Poin
Dow Jones Industrial Average merosot 0,57%, sedangkan S&P 500 turun 0,7%. Nasdaq Composite mengalami kerugian terbesar, turun 1,06%.

