WEF Prediksi 15 Juta Kematian Tambahan Terjadi pada 2050 akibat Perubahan Iklim
JAKARTA, Investortrust.id - Perubahan iklim menjadi ancaman bagi keselamatan manusia apabila tak segera ditanggulangi. Belasan juta kematian diprediksi terjadi apabila kondisi ini terus terjadi.
Hal tersebut disampaikan Healthcare Chief at World Economic Forum (WEF), Shyam Bishen dalam dialog bertajuk When Climate Impacts Your Health sebagai bagian dari Forum Davos 2024 di Swiss, Rabu (17/1/2024).
"Kita akan mengalami tambahan 15 juta kematian pada tahun 2050, itu adalah jumlah nyawa yang banyak," ucapnya.
Selain itu, dia menegaskan perubahan iklim juga memberikan dampak negatif terhadap perekonomian di seluruh dunia. Tak tanggung-tanggung, kerugian ekonomi akibat perubahan iklim bisa mencapai belasan triliun dolar Amerika Serikat.
Hal tersebut disampaikan Healthcare Chief at World Economic Forum (WEF), Shyam Bishen dalam dialog bertajuk When Climate Impacts Your Health sebagai bagian dari Forum Davos 2024 di Swiss, Rabu (17/1/2024).
"Kita akan mengalami tambahan 15 juta kematian pada tahun 2050, itu adalah jumlah nyawa yang banyak," ucapnya.
Selain itu, dia menegaskan perubahan iklim juga memberikan dampak negatif terhadap perekonomian di seluruh dunia. Tak tanggung-tanggung, kerugian ekonomi akibat perubahan iklim bisa mencapai belasan triliun dolar Amerika Serikat.
"Sekarang kita juga punya perkiraan kerugian ekonomi sekitar US$ 12,5 triliun akibat perubahan iklim. Ini adalah angka-angka besar yang harus dipecahkan," ujarnya.
Shyam pun mengungkapkan dekarbonisasi perlu dibarengi dengan sejumlah upaya lainnya untuk mencegah perubahan iklim. Menurutnya, peran industri juga vital dalam menekan perubahan iklim.
"Sejajar dengan upaya dekarbonisasi, kita juga perlu mendiskusikan upaya lintas industri dalam adaptasi dan mempersiapkan sistem kesehatan, bagaimana kita membuat sistem kesehatan kita lebih tangguh terhadap perubahan iklim," tuturnya.

