Buntut Perubahan Iklim, Kepala BMKG: Dunia Hadapi Krisis Pangan pada 2050
YOGYAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membacakan prediksi dari Food and Agriculture Organization (FAO), tahun 2050, dunia akan menghadapi krisis pangan. Kridis ini terjadi karena perubahan iklim yang terus terjadi sekarang.
"Perubahan iklim yang terjadi saat ini membawa dampak serius bagi perekonomian seluruh negara, tanpa terkecuali, termasuk dalam hal ketahanan pangan,” kata Dwikorita dalam Federation of ASEAN Economists Association (FAEA 46) Conference, di Yogyakarta.
Maka dari itu, Dwikorita mendorong kolaborasi negara-negara di ASEAN untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim ini. Menurutnya, negara-negara di Asia Tenggara perlu memiliki komitmen kuat membuat kebijakan terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
Dwikorita memaparkan berdasarkan catatan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2023 menjadi tahun penuh rekor temperatur. Periode Juni hingga Agustus 2023 bahkan diklaim sebagai tiga bulan terpanas sepanjang sejarah.
Baca Juga
Mentan: Kerugian Akibat Perubahan Iklim Bisa Capai Rp 12 Triliun
"Perubahan iklim memberikan tekanan tambahan pada sumber daya air yang sudah semakin langka dan menghasilkan apa yang dikenal sebagai water hotspot," ujar Dwikorita.
Dwikorita khawatir jika hal ini terus berlanjut ancaman krisis pangan pada akhirnya juga akan merembet dan berdampak pada krisis lainnya termasuk ekonomi dan politik sehingga menganggu stabilitas dan keamanan negara.
Untuk mengantisipasinya, Dwikorita menyebut berbagai aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim perlu dilakukan. Beberapa di antaranya adalah dengan perubahan gaya hidup dan mengedepankan pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan. (CR-8)
Baca Juga
Peneliti: Isu Perubahan Iklim Harus Jadi Landasan Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2024

