WEF: Krisis Iklim Bisa Sebabkan Kerugian Ekonomi US$ 12,5 Triliun dan 14,5 Juta Kematian di 2050
JAKARTA, investortrust.id - World Economic Forum (WEF) melaporkan krisis iklim yang sedang terjadi sekarang bisa menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$ 12,5 triliun di seluruh dunia pada 2050. Tidak hanya itu, krisis iklim juga bisa menyebabkan 14,5 juta kematian manusia.
Kepala Pusat Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan sekaligus Anggota Komite Eksekutif WEF, Shyam Bishen menyampaikan, persoalan krisis iklim harus segera ditanggulangi dan butuh kerja sama dari semua pihak untuk melaksanakannya agar tidak menjadi ancaman yang semakin serius.
“Meskipun terdapat banyak diskusi mengenai dampak perubahan iklim terhadap alam dan perekonomian global, beberapa dampak paling mendesak dari meningkatnya suhu bumi adalah terhadap kesehatan manusia dan sistem perawatan kesehatan global,” kata Shyam Bishen dalam WEF, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga
Shyam Bishen menegaskan, kemajuan yang dicapai saat ini akan hilang kecuali langkah-langkah pengurangan emisi dan mitigasi yang penting ditingkatkan. Selain itu, tindakan global yang tegas perlu diambil untuk membangun sistem kesehatan yang berketahanan iklim dan mudah beradaptasi.
Sementara itu, CEO Seed Global Health dan Utusan Khusus WHO untuk Perubahan Iklim dan Kesehatan, Vanessa Kerry memaparkan, perubahan iklim juga akan memicu peningkatan bencana pada beberapa penyakit yang sensitif terhadap iklim.
Banjir disebut mempunyai risiko tertinggi terhadap kematian akibat perubahan iklim, yang menyebabkan 8,5 juta kematian pada tahun 2050. Lalu kekeringan, yang berkaitan dengan panas ekstrem, merupakan penyebab kematian tertinggi kedua dengan perkiraan 3,2 juta kematian.
Baca Juga
Gelombang panas menimbulkan dampak ekonomi terbesar, yaitu sekitar US$ 7,1 triliun pada tahun 2050 karena hilangnya produktivitas. Kematian berlebih yang disebabkan oleh polusi udara, yang disebabkan oleh partikulat halus dan polusi ozon diperkirakan menjadi penyumbang terbesar kematian dini dengan hampir 9 juta kematian setiap tahunnya.
“Krisis iklim adalah krisis kesehatan, dan hal ini mendorong lingkaran setan penyakit, kehancuran ekonomi, dan penderitaan. Jelas dari laporan ini bahwa kita masih belum memahami dampak keseluruhannya,” ujar Vanessa Kerry.
Baca Juga

