CEO JPMorgan Chase Ingin Tutup Layanan Bitcoin dan Mata Uang Kripto
JAKARTA, Investortrust.id - CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon ingin menutup layanan Bitcoin dan mata uang kripto. Pesan ini disampaikan Jamie saat bersaksi mengenai pemeriksaan tahunan perbankan di tengah lingkungan aturan yang tidak pasti, di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS), Rabu (6/12/2023) waktu setempat.
“Saya selalu menentang kripto, Bitcoin, dan lain-lainnya,” kata Dimon, dikutip dari Bitcoin Magazine, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Menkeu Sebut AI dan Kripto Jadi Sisi Gelap Industri Digital, Ini Alasannya
Jamie mengatakan jika dia berada di pemerintahan, Bitcoin dan mata uang kripto akan ia tutup. Alasan kritis Jamie terhadap mata uang kripto ini adalah kekhawatirannya mengenai potensi penggunaan aset tersebut.
“Kasus penggunaan yang sebenarnya untuk mata uang kripto adalah untuk pelaku kriminal, pengedar narkoba, pencucian uang, dan penghindaran pajak. Dan itu adalah kasus penggunaan (kripto)” ujar dia.
Sikap Dimon mencerminkan sentimen yang telah ia suarakan sebelumnya mengenai Bitcoin. Dia pernah menjuluki Bitcoin sebagai "fraud" dan memperingatkan investor tentang sifat spekulatif mata uang kripto.
Baca Juga
JPMorgan Lansir Platform Blockchain, Tokenized Collateral Network (TCN)
Meski demikian, dia juga mengakui teknologi yang mendasarinya, blockchain memiliki potensi penerapan di berbagai industri.
"Ada anonimitas. Karena Anda dapat memindahkan uang secara instan karena tidak melalui proses Know Your Costumer, sejumlah sanksi, OFAC, mereka dapat melewati semua itu," lanjut Dimon.
OFAC, atau The Office of Foreign Assets Control adalah lembaga di AS di bawah Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab mengelola dan mendorong penerapan sanksi ekonomi terhadap negara asing, warga asing dan kelompok tertentu demi keamanan nasional AS.
Bitcoin mendapat kritik dari beberapa tokoh keuangan berpengaruh seperti Dimon karena sifatnya yang terdesentralisasi dan risiko-risiko yang sudah terbukti terjadi. Pemerintah AS bisa saja menentang industri keuangan kripto, namun tidak ada satu pemerintah pun yang dapat menutup jaringan Bitcoin yang terdesentralisasi. (CR-7)

