Blokir Transaksi, JPMorgan Chase Dituduh Rusak Bisnis Jutaan Dolar AS
JAKARTA, Investortrust.id - Bank terbesar di dunia JPMorgan Chase dihadapkan pada gugatan pencemaran nama baik dengan nilai US$600 juta, karena diduga menyebarkan informasi yang salah, memblokir transaksi, dan merusak reputasi bisnis bernilai jutaan dolar AS .
Sinai Holdings, perusahaan layanan medis berbasis di Florida, Amerika Serikat mengklaim bahwa JPMorgan Chase dengan keliru menempatkan perusahaan dan pemiliknya, Jacob Gitman, dalam daftar individu dan entitas yang harus dihindari dalam transaksi.
Selama bertahun-tahun, dikatakan Gitman, JPMorgan Chase menolak transaksi perusahaannya dan merusak reputasinya dengan menyebarkan informasi kepada para nasabahnya bahwa Sinai Holdings sedang dimonitor oleh Kantor Pengawas Aset Warga Negara Asing (Office of Foreign Assets Control /OFAC).
Baca Juga
JPMorgan Lansir Platform Blockchain, Tokenized Collateral Network (TCN)
Sekadar informasi, Office of Foreign Assets Control (OFAC) adalah bagian dari Departemen Keuangan Amerika Serikat. Tugas utama OFAC adalah mengimplementasikan dan menegakkan sanksi ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Sanksi ini biasanya ditujukan kepada individu, entitas, atau negara yang dianggap oleh pemerintah AS sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, kebijakan luar negeri, atau keamanan ekonomi.otoritas yang mengelola dan menegakkan sanksi terhadap individu dan negara.
“Sanksi OFAC diberlakukan untuk penyelundup manusia atau teroris atau orang yang menyebarkan senjata pemusnah massal... Chase tahu bahwa tidak ada penyelidikan OFAC atau sanksi (terhadap Sinai Holdings), namun mereka tetap melanjutkan untuk menyebutkan hal itu dalam korespondensi tertulis kepada nasabah untuk menjelaskan mengapa suatu transaksi dibatalkan,” demikian pernyataan Gitman seperti dikutip Dailyhodl.dom, Sabtu (25/11/2023).
Para penggugat meminta ganti pengadilan untuk memerintahkan JP Morgan Chase untuk menghentikan langakh yang merugikan Sinai Holdings, ditambah dengan ganti rugi secara umum dan khusus, serta memberikan hukuman kepada JPMorgan telah melakukan pencemaran nama baik lintas industri dari bank.
Baca Juga
JP Morgan: Pembatasan Energi Fosil Bisa Dorong Harga Minyak ke US$ 150/Barel
Sinai Holdings dalam pernyataannya juga menyebut, nilai perusahaan yang awalnya mencapai US$600 juta, tidak dapat mengakses rekening bank, kucuran kredit, sehingga mengalami penurunan nilai yang dramatis "sebagai implikasi dari tindakan JP Morgan Chase."
“Sinai dan Gitman memiliki rekening bank di Bank of America, Regions Bank, dan TD Bank, antara lain, yang ditutup sebagai hasil dari fitnah lintas industri Chase...” ujar kuasa hukumnya.
Dua pekan sebelumnya, hampir 200 mantan nasabah Chase menyampaikan keluhannya ke New York Times dan menyatakan bahwa akun mereka ditutup secara sepihak, sehingga mengakibatkan kekacauan keuangan.
Sementara itu medio Mei lalu, Kejaksaan di 19 negara bagian mengirim surat kepada CEO bank Jamie Dimon, menyatakan bahwa raksasa keuangan tersebut telah melanggar kebijakan sendiri soal kesetaraan saat menutup rekening nasabahnya.

