Pasar Asia Berada di Bawah Tekanan Wall Street
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik pada hari Rabu (16/8/2023) diperkirakan melemah dan berada di bawah tekanan Wall Street.
Sahan keuangan di Wall Street jatuh di tengah tren penurunan kinerja bank-bank AS.
Dilansir dari CNBC.com, saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo turun 2%, dan Bank of America anjlok 3%. Fitch telah memperingatkan tentang kemungkinan menurunkan peringkat kredit puluhan bank, termasuk JPMorgan Chase.
Pekan lalu, Moody's menurunkan peringkatnya pada 10 bank AS dan menempatkan institusi besar lainnya dalam daftar pantauan untuk potensi penurunan peringkat.
Di Asia, Nikkei 225 Jepang dibuka lebih rendah dan berada di bawah angka 32.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, dengan kontrak berjangka di Chicago di 31.920 dan mitranya di Osaka di 31.890. Dibandingkan penutupan terakhir indeks di 32.238,89.
Futures untuk indeks Hang Seng Hong Kong berdiri di 18.360, menunjuk ke pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di 18.581,11. China akan merilis harga rumahnya untuk bulan Juli, sesuatu yang akan diperhatikan investor mengingat adanya masalah real estat di negara itu baru-baru ini.
Di Australia, kontrak berjangka untuk S&P/ASX 200 juga mengarah ke pembukaan yang lebih rendah, di 7.168 dibandingkan dengan penutupan terakhir di 7.305,6.
Semalam di AS, ketiga indeks utama melemah, dengan S&P 500 jatuh 1,16% dan mengakhiri sesi di bawah rata-rata pergerakan 50 hari. Nasdaq Composite turun 1,14%. Dow Jones Industrial Average turun 1,02% dan menghentikan laju positif tiga hari.
