AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Pangkalan Inggris Usai Ancaman Teror Terkait Iran
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id — Angkatan Udara Amerika Serikat resmi memindahkan seluruh armada pesawat pengebom dari pangkalan udara RAF Fairford di Inggris kembali ke pangkalan asal mereka di Amerika Serikat.
Penarikan armada dari pangkalan yang biasa digunakan untuk melancarkan serangan udara ke Iran ini dilakukan setelah kepolisian menyelidiki rencana serangan teror yang menargetkan fasilitas militer tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang berbicara secara anonim dan dikutip AP, Senin (5/10/2026) mengonfirmasi kepulangan seluruh jet tempur strategis tersebut.
Lembaga pengamat penerbangan militer seperti Military Air Tracking Alliance mencatat puluhan pesawat pengebom jenis B-52 dan B-1 telah beroperasi di RAF Fairford sejak hari-hari pertama pecahnya perang dengan Iran, di mana gelombang penerbangan pengebom jenis B-1 terlihat mulai meninggalkan lokasi sejak hari Minggu.
Langkah taktis ini diambil tepat saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan berbagai opsi lanjutan dalam kampanye militernya terhadap Iran, termasuk rencana meluncurkan serangan baru.
Meski pada awalnya ia berjanji kepada publik Amerika Serikat bahwa operasi militer tersebut hanya berlangsung dalam hitungan pekan, dinamika di lapangan terus berkembang. Saat meninggalkan Gedung Putih menuju lokasi rapat umum di Ohio pada hari Sabtu (3/10/2026), Trump menegaskan kepada awak media bahwa ia memiliki sejumlah opsi keputusan karena Iran telah hancur dan penyelesaian konflik akan ditentukan melalui cara yang mudah atau cara yang sulit.
Aksi Teror di London
Satu pekan sebelumnya, seorang warga negara ganda Inggris-Iran ditangkap di pusat kota London atas tuduhan merencanakan aksi terorisme yang berawal dari insiden keamanan di RAF Fairford pada akhir September.
Secara keseluruhan, aparat kepolisian telah menahan enam orang yang kemudian dibebaskan dengan jaminan selama proses penyelidikan terus berjalan. Otoritas Inggris mengaitkan insiden keamanan tersebut dengan pemerintah Tehran, namun pihak Iran membantah keterlibatannya meski sebelumnya menegaskan bahwa setiap pangkalan yang dipakai untuk menyerang wilayahnya merupakan target sah secara militer.
Pejabat keamanan Inggris menyatakan bahwa kelompok proxy yang terhubung dengan Iran bertanggung jawab atas serangkaian aksi pembakaran dan serangan teror lainnya di Inggris maupun beberapa negara lain.
Aksi teror tersebut mayoritas menargetkan komunitas Yahudi guna menyebarkan ketakutan secara luas, di mana otoritas terkait memperingatkan bahwa Tehran berpotensi memperluas sasaran serangannya di wilayah Inggris jika konflik di Timur Tengah terus meluas.
Pangkalan RAF Fairford sendiri berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat London dan telah menjadi pangkalan vital militer Amerika Serikat selama puluhan tahun dalam berbagai konflik di kawasan Timur Tengah.
Kendati armada pengebom di Inggris telah ditarik, militer Amerika Serikat tetap mempertahankan kehadiran armada bersenjata skala besar di kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat militer Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kelompok kesiapan amfibi USS Malkin Island yang membawa lebih dari 7.000 pelaut serta 2.000 Marinir sedang berlayar menuju kawasan tersebut. Pergerakan armada tempur laut ini diproyeksikan bakal menempatkan sedikitnya tiga kapal induk Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah pada akhir Oktober mendatang.
