Chatib Basri: Potensi Resesi AS Mengecil, Ekonomi China Bisa ‘Slow Down’
JAKARTA, Investortrust.id - Ekonom senior dan Menteri Keuangan era Kabinet Indonesia Bersatu II, Chatib Basri menyebut resesi yang menghantui dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan China akan mengecil. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi dua negara itu membaik.
“Probabilitas resesi di AS kecil tahun ini. Growth akan lebih baik di AS, saya setuju dengan itu,” ujar Chatib di St Regis Hotel, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Meski demikian, AS masih dibayangi defisit yang besar. Kondisi ini menyebabkan besarnya kebutuhan surat utang berjangka di Amerika Serikat.
Baca Juga
KISI Asset Management Soroti Potensi Perlambatan Ekonomi Global dan Pemilu RI 2024
“Kalau kemungkinan resesi di AS mengecil, demand terhadap bond akan naik, supply naik, maka price akan jatuh dan yield akan naik. Ini yang membuat The Fed harus hati-hati menurunkan tingkat suku bunga,” kata dia.
Melihat tren di AS, Chatib yakin rupiah akan menguat. Meski demikian dia memberi catatan soal pengaruh faktor lain.
“Semua faktor ada. Nggak bisa single out karena itu (politik dalam negeri misalnya)” ujar dia.
Selain AS, Chatib menyebut kondisi ekonomi China juga mengalami pertumbuhan dengan perlambatan. Dia meyakini China tidak akan tumbuh negatif.
“Tahun ini mungkin China bisa tumbuh 4,5%” ujar dia.

