Chatib Basri Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Harus Ditopang Investasi dan Deregulasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom senior Indonesia, Chatib Basri, menegaskan investasi menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun. Indonesia tak bisa terus bergantung pada konsumsi semata.
“Kalau dilihat tren, investasi mulai naik, dan peluang relokasi itu terbuka. Misalnya koper bisa dapet tarif 0, beberapa sektor yang bisa mungkin, bisa dicari lagi supaya tarifnya lebih rendah. Sehingga kemungkinan relokasi itu terjadi," kata Chatib usai acara forum Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga
Menkeu: Masih Ada Rp 10,8 Triliun Stimulus Ekonomi untuk Genjot Kuartal III-2025
Namun, ia mengingatkan bahwa kesempatan tersebut hanya bisa dimanfaatkan, jika pemerintah serius melakukan deregulasi. “Kalau iklim investasinya terganggu, peraturannya tidak konsisten, investor tidak akan masuk ke sini,” tegasnya.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional itu juga menanggapi soal stimulus fiskal pemerintah sekitar Rp 10 triliun yang digelontorkan untuk memperkuat ekonomi. Ia mengakui stimulus itu tetap membantu, namun porsi fiskal hanya sekitar 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Peran swasta dianggap penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih signifikan dan berkelanjutan. “Private sector tetap harus jadi pemain utama,” jelasnya.
Ia melihat peluang besar bagi Indonesia di tengah kondisi global yang berubah. Salah satunya saat Bangladesh terkena tarif 37% untuk produk garmen jadi, sementara Indonesia bisa menawarkan tarif lebih rendah.
Baca Juga
Bappenas Ungkap Kekompakan Menteri Prabowo Jadi Resep Ekonomi RI Tumbuh 5,12%
Namun, semua itu kembali pada kepastian regulasi yang ditawarkan Indonesia. “Kalau peraturannya nggak konsisten, gimana investor mau datang ke sini?” katanya.
Di sisi lain, Chatib mengapresiasi langkah pemerintah dengan menerbitkan PP Nomor 28. Pasalnya aturan ini memberi kepastian proses perizinan investasi. “Kalau dalam waktu tertentu nggak diproses, langsung di-approve. Itu kemajuan yang bagus,” tutupnya.

