Pemilu Ciptakan Spending Effect, Ini Penjelasan Chatib Basri
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom senior Chatib Basri sebut Pemilu 2024 akan munculkan spending effect, dari berbagai belanja yang dikeluarkan selama periode kampanye hingga hari pemungutan suara.
"Saat hari pemungutan suara, setiap partai politik akan menempatkan tiga orang saksi. Katakanlah satu orang membutuhkan Rp100.000 untuk tiga kali makan, kemudian ada tiga orang saksi dikali 800.000 TPS," terang Chatib Basri dalam acara BTPN Economic Outlook 2024 yang digelar secara virtual dari Jakarta, Rabu (22/11/2024).
Dalam ilustrasi tersebut, setidaknya satu partai politik membutuhkan dana Rp 240 miliar, pada hari pemungutan suara untuk memberi makan para saksi TPS. Dan karena pemilu 2024 nanti diikuti oleh 18 partai di tingkat nasional, berarti total belanja yang dikeluarkan oleh partai politik saat pemungutan suara adalah sebesar Rp 4,3 triliun.
Baca Juga
TransTrack Kembangkan Teknologi Berbasis IoT dan AI, Ini Keunggulannya
Ekonom senior tersebut juga menambahkan bagaimana pemerintah juga akan menggelontorkan bantuan bagi masyarakat untuk menghadapi dampak dari El Nino dengan berbagai perlindungan sosial.
"Jadi dari sisi itu saya melihat bahwa efek terhadap gross nya sebetulnya positif," tutur Chatib Basri.
Namun Chatib Basri mengingatkan untuk mempersiapkan segala resiko setelah seluruh tahapan pemilu usai, termasuk kecenderungan investor yang akan lebih menunggu.
Baca Juga
Stafsus Menkeu Sebut Defisit Fiskal dan Rasio Utang RI Baik, Negara Ini Pembandingnya
Menteri Keuangan 2013-2014 tersebut menjelaskan proses investasi bisa jadi tertunda hingga akhirnya pemerintahan baru benar-benar berjalan.
"Orang (investor) menunggu kemudian sampai kabinet fully settled. Atau kalau ada kementerian baru, kalau dia belum maksud dalam dipa budget harus menunggu hingga budget ada," pungkas Chatib Basri. (CR-1)

