Kinerja Amazon dan Optimisme AI Angkat Bursa AS, Ketiga Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (01/8/2026) WIB. Penguatan Wall Street didorong oleh lonjakan saham Amazon yang membukukan kinerja keuangan melampaui ekspektasi pasar.
Indeks Nasdaq Composite naik 1% menjadi 25.373,85. S&P 500 menguat 0,7% ke level 7.489,72, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 276,97 poin atau 0,53% menjadi 52.485,03.
Baca Juga
Penguatan indeks terjadi meski pasar masih dibayangi lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007 dan terakhir berada di kisaran 5,25%. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun menembus 4,7%, tertinggi sejak Januari 2025.
Kenaikan yield dipicu keraguan investor terhadap kemampuan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengendalikan inflasi. Meskipun Warsh menegaskan tetap berkomitmen memerangi inflasi, pernyataannya bahwa "tidak ada tongkat ajaib" untuk menyelesaikan persoalan tersebut dinilai mengurangi keyakinan pasar.
Terry Sandven, chief equity strategist US Bancorp Asset Management, mengatakan pasar masih berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, apabila imbal hasil obligasi tenor 10 tahun mendekati 5%, valuasi saham berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar.
Baca Juga
The Fed Tak Beri Petunjuk Arah Suku Bunga, Pasar Obligasi Bereaksi Negatif
Di sisi lain, fundamental pasar masih relatif kuat. Inflasi dinilai stabil, suku bunga bergerak dalam kisaran tertentu, dan kinerja laba perusahaan tetap solid. “Namun konflik Timur Tengah yang terus berlangsung mendorong kenaikan harga minyak sehingga kembali memunculkan risiko inflasi,“ ujar Sandven, seperti dikutip CNBC.
Harga minyak WTI ditutup naik sekitar 1,3% menjadi US$84,67 per barel, sedangkan Brent naik sekitar 1,2% ke level US$90,12 per barel.
Amazon Angkat Optimisme AI?
Pergerakan saham sektor teknologi juga menjadi perhatian utama investor.
Saham Amazon melonjak sekitar 15% setelah melaporkan pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi. Pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) perusahaan memperkuat optimisme investor terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI).
Sebaliknya, saham Apple turun lebih dari 7%. Meski pendapatan kuartal fiskal ketiga melampaui perkiraan berkat lonjakan penjualan iPhone sebesar 22%, pendapatan dari segmen layanan (services) yang lebih rendah dari ekspektasi membebani pergerakan saham perusahaan.
Kinerja positif Amazon menyusul reli kuat Microsoft sehari sebelumnya. Saham raksasa perangkat lunak tersebut melonjak 16% setelah melaporkan pertumbuhan layanan cloud Azure yang melampaui perkiraan.
Reli ini menjadi pemulihan setelah Wall Street mengalami tekanan hebat pada Rabu, ketika Dow Jones anjlok lebih dari 1.100 poin, penurunan harian terbesar sejak April 2025.
Meski pasar bergejolak sepanjang pekan, ketiga indeks utama berhasil membukukan kenaikan mingguan. Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 1%, sedangkan Nasdaq menguat sekitar 1,6%.
Untuk kinerja bulanan, Dow Jones masih mencatat kenaikan sekitar 0,3% pada Juli, menandai bulan positif keempat secara berturut-turut. Sebaliknya, S&P 500 turun tipis 0,1%, sementara Nasdaq terkoreksi 3,2% selama bulan Juli.
