Ketidakpastian Perang Iran Tekan Wall Street, Ketiga Indeks Utama Kompak Melemah
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat melemah pada Selasa waktu AS atau Rabu (25/3/2026) WIB. Indeks S&P 500 turun 0,37% ke level 6.556,37, menghapus sebagian penguatan tajam sehari sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 84,41 poin atau 0,18% ke 46.124,06, sedangkan Nasdaq Composite merosot 0,84% ke 21.761,89. Lonjakan harga minyak membayangi sentimen investor di tengah perang Iran yang memasuki pekan keempat.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat di Tengah Ketidakpastian Perang Iran, Sektor Energi Pimpin Reli
Lonjakan harga minyak global mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kinerja positif di S&P 500 bulan ini, dengan kenaikan lebih dari 9%, termasuk lonjakan 2% pada perdagangan Selasa.
Di tengah volatilitas tersebut, Presiden AS Donald Trump kembali mengeklaim bahwa Washington sedang melakukan negosiasi dengan Iran. Ia menyebut kedua pihak menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan.
Namun, pernyataan itu kembali dibantah oleh Iran, memperbesar kebingungan investor terkait arah diplomasi dan prospek penyelesaian konflik.
Ketidakpastian semakin dalam setelah laporan bahwa Israel dan Iran masih saling melancarkan serangan, sementara Pentagon mempertimbangkan pengerahan sekitar 3.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah—meski belum ada keputusan untuk intervensi langsung di Iran.
“Kondisi saat ini didominasi ketidakpastian, sehingga pasar cenderung bergerak sideways dengan volatilitas tinggi hingga ada kejelasan,” ujar Terry Sandven dari U.S. Bank Asset Management, seperti dikutip CNBC.
Ia memperingatkan bahwa jika S&P 500 turun di bawah level 6.500, tekanan jual bisa semakin dalam.
Baca Juga
Iran-Israel Tetap Saling Serang di Tengah Ketidakpastian, Harga Minyak Tembus US$100
Di sisi lain, secercah harapan muncul setelah Pakistan menawarkan diri menjadi mediator antara AS dan Iran—meski belum memberikan dampak signifikan pada sentimen pasar.
Dengan ancaman gangguan pasokan energi global dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, Wall Street diperkirakan akan tetap berada dalam fase konsolidasi dengan risiko penurunan lanjutan.

