Euforia EV Penopang Performa Dharma Polimetal (DRMA)
JAKARTA, investortrust.id – Fasilitas baru dan pengembangan komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) disebut-sebut bakal memberi keuntungan tahun ini. Dampak positif bagi Dharma semakin nyata karena pemerintah dan sejumlah perusahaan sedang gencar membangun ekosistem kendaraan listrik.
Emiten yang juga bagian dari Triputra Group tersebut, sedang menyelesaikan dua pabrik di Jababeka dan Cikarang. PT Dharma Controlcable Indonesia dan PT Dharma Precision Parts, masing-masing dijadwalkan selesai pada kuartal I-2024 dan kuartal II-2024. Peningkatan pendapatan dari fasilitas ini, diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia memandang, upaya DRMA untuk lebih mempercepat pengembangan kendaraan listriknya akan memberikan keuntungan tambahan terhadap kontribusi pendapatan perusahaan. Sebab, dukungan berkelanjutan dari peraturan pemerintah akan membantu memfasilitasi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami memulai pemeringkatan overweight untuk sektor suku cadang otomotif. Mengingat, valuasi yang didiskon meskipun prospek masa depan yang menarik. Selain itu, kami memulai pilihan favorit kami yang mencakup DRMA dan memberikan rekomendasi beli,” tulis Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christopher Rusli dan Won Jonghoon dalam riset yang dikutip pada Selasa (12/3/2024).
Mereka menyebutkan, Mirae Asset Sekuritas menyukai DRMA karena potensi pertumbuhannya yang cepat dan neraca yang kuat untuk mempertahankan pertumbuhan anorganik yang agresif.
Christopher Rusli dan Won Jonghoon menilai, langkah-langkah dukungan Pemerintah Indonesia terhadap EV telah membuka jalan bagi pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik. DRMA secara aktif mempersiapkan strategi untuk memanfaatkan peluang ini.
DRMA telah memperkuat anak perusahaannya yang terkait dengan kendaraan listrik, dengan fokus pada pengembangan komponen kendaraan listrik yang penting seperti komponen elektronik, sensor, dan rangkaian kabel. Pengembangan ini dilakukan melalui PT Dharma Electrindo Manufacturing dan perusahaan patungan yang berbasis di Korea, yakni PT Dharma Kyungshin Indonesia.
Selain itu, DRMA banyak berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan produk terkait baterai dan telah meluncurkan paket baterai dan sistem manajemen baterai untuk pasar konsumen.
Di bidang infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, DRMA dianggap telah mencapai kemajuan signifikan. Melalui PT Dharma Precision Tools, mereka telah mengembangkan berbagai stasiun pengisian daya untuk kendaraan roda empat, menawarkan daya pengisian berkisar antara 7-120 kilowatt.
Untuk kendaraan roda dua, PT Dharma Controlcable Indonesia telah mendirikan battery swap station sehingga memudahkan pengisian daya untuk sepeda motor listrik.
Ke depan, DRMA berencana memperluas fokusnya dengan mencakup pengembangan komponen kendaraan listrik untuk pasar segmen roda tiga. Hal ini menunjukkan pendekatan komprehensif untuk memenuhi beragam kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang di Indonesia.
Mirae Asset Sekuritas menyimpulkan, DRMA berada dalam posisi keuangan yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan metrik utama Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) perusahaan telah membaik, turun dari 0,9x pada 2022 menjadi 0,7x dalam sembilan bulan pertama 2023.
“Itu menunjukkan struktur permodalan yang lebih seimbang,” ungkap Christopher Rusli dan Won Jonghoon.
Total aset DRMA terpantau telah meningkat secara signifikan sekitar 25% dari Rp 2,68 triliun pada 2022 menjadi Rp 3,38 triliun pada 2023. Ada juga pertumbuhan ekuitas yang signifikan dari tahun ke tahun sebesar 44,79%, naik dari Rp 1,4 triliun pada 2022 menjadi Rp 2,03 triliun tahun lalu.
Mengenai profitabilitas, return on assets (ROA) DRMA untuk 2023 diproyeksikan sebesar 20%, peningkatan yang signifikan dari 14,8% pada 2022. Return on equity (ROE) juga meningkat dari 28,3% pada 2022 menjadi 34,9% tahun lalu.
Posisi keuangan yang solid tersebut semakin diperkuat oleh kemampuan DRMA yang telah terbukti dalam melaksanakan M&A dengan sukses seperti yang ditunjukkan dalam akuisisi mereka atas Trimitra Chitrahasta.
Dharma Polimetal dianggap mampu membentuk aliansi strategis dengan perusahaan global di Jepang dan Korea, tanpa mengorbankan stabilitas keuangan mereka.
“Dengan DER yang rendah dan rekam jejak strategi M&A dan usaha patungan (JV) yang efektif, DRMA berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan kekuatan finansialnya untuk pertumbuhan anorganik lebih lanjut,” nilai Christopher Rusli dan Won Jonghoon.
Pasar Kurang Penetrasi
Meskipun PDB Indonesia secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan pesat, PDB per kapita dinilai memerlukan waktu lebih lama untuk bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu, konsumsi kendaraan di Indonesia terlihat relatif rendah jika mempertimbangkan jumlah penduduknya.
Mengingat, tingkat pendapatan, penggunaan sepeda motor sangat tinggi dan jumlah penduduk yang mampu membeli mobil masih belum banyak.
Namun, dengan meningkatnya pertumbuhan kelas menengah, populasi yang mampu membeli kendaraan diperkirakan akan meningkat di masa depan. Pergeseran ini diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan komponen otomotif, karena komponen kendaraan seringkali memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan suku cadang sepeda motor.
Euforia EV
Euforia industri kendaraan listrik berikut ekosistem yang tengah dibangun di Tanah Air siyakini akan menjadi katalis pertumbuhan signifikan bagi perusahaan suku cadang mobil. Meskipun investasi awal tentu saja diperlukan, kinerja keuangan jangka panjang yang positif diharapkan dapat dicapai.
Optimisme itu berasal dari upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara luas, yang menunjukkan peningkatan permintaan yang berkelanjutan. Akibatnya, pergeseran dari pesanan berbasis komponen individual ke outsourcing produksi pada tingkat sistem dan modul dapat diantisipasi.
Transisi tersebut diperkirakan menghasilkan kenaikan harga satuan sekitar 2-3 kali lipat dibandingkan tingkat sebelumnya.
Sepanjang 2023, Dharma Polimetal membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 611,75 miliar. Jumlah ini hampir mencapai dua kali lipat dari laba bersih 2022 yang sebesar Rp 394,17 miliar.
Peningkatan perolehan laba secara signifikan didukung penjualan dari perseroan yang meningkat 42% (yoy) menjadi Rp 5,54 triliun dari tahun sebelumnya Rp 3,91 triliun.
“Di tengah gejolak industri otomotif pada 2023, DRMA berhasil melampaui tantangan tersebut dengan mencatatkan peningkatan penjualan,” ungkap Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso baru-baru ini.
Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan kompetensi perseroan yang berfokus pada kinerja unggul, mampu merebut pangsa pasar melalui inovasi dalam pengembangan produk, serta menerapkan manajemen efisiensi. Dengan begitu, perusahaan mampu bersaing secara kompetitif.
Emiten manufaktur komponen otomotif itu mencatatkan laba kotor sebesar Rp 972,66 miliar tahun lalu, meningkat 58% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 614,00 miliar.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan outlook positif pada 2024, dengan target penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit. Meningkat dari penjualan mobil di Indonesia tahun lalu yang sebanyak 1 juta unit.
Sejalan dengan peningkatan target tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan organik double digit pada 2024.
Selain itu, kesungguhan pemerintah dalam mengembangkan industri kendaraan listrik nasional dengan memberikan berbagai kemudahan dan insentif telah semakin memperkuat optimisme perseroan. Mengingat, anak perusahaan Triputra Group ini juga telah masuk ke segmen kendaraan listrik.
“Perkembangan industri kendaraan listrik yang semakin menjanjikan ini merupakan peluang bagus untuk meningkatkan pendapatan perseroan,” imbuh Irianto.
Sebagai antisipasi, DRMA telah memperluas produksi ke segmen komponen kendaraan listrik, pemasok untuk battery pack, battery management system, battery swap, dan menjadi mitra bagi industri sepeda motor listrik di Indonesia.
Oleh karena itu, Dharma Group tengah bergiat mengembangkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, yakni stasiun pengisian ulang listrik, baik untuk fast charging maupun slow charging.
Selain itu, DRMA juga sedang menyiapkan Brushless Direct Current (BLDC) Motor yang ke depannya akan dipasok kepada salah satu merek sepeda motor di Indonesia serta untuk kendaraan konversi.
Dengan berbagai analisis, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk beli saham DRMA dengan target harga Rp 1.700. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat (8/3/2024) saham DRMA masih terkoreksi ke level Rp 1.115 per saham.
Pelanggan Bereputasi Baik
PT Dharma Polimetal Tbk yang berdri sejak 27 Maret 1989 fokus memproduksi komponen sepeda motor dan mobil, serta menjadi salah satu supplier industri otomotif ternama di Indonesia. Dalam menjalankan bisnisnya, Dharma menerapkan prinsip Manajemen Mutu ISO TS 16949 dan Manajemen Lingkungan ISO 14001.
Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjamin kualitas produk, perusahaan mempunyai fasilitas inspeksi yang memiliki tingkat akurasi tinggi seperti Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), Layout Machine, Flexible Arm Measurement, Photo Micro and Macro, Profile Projector, Tensile Strength, Salt Spray Test & Cass Test yang secara periodik dikalibrasi.
Untuk komponen sepeda motor, Dharma Polimetal memproduksi frame body, muffler, wheel rim, steering handle, grab rail, main stand, swing arm, dan arm cushion. Sedangkan untuk mobil, produk DRMA antara lain reinforcement sub sssy inst panel, steering hanger, hood lock, cross member frame, fastener, dan suspension member.
PT Dharma Polimetal Tbk juga memiliki sarana produksi yang terintegrasi, yang dilengkapi dengan proses Finishing seperti Nickel Chrome Platting, Acid Zinc Platting, Spray Painting with Robot Paint, Cathode Electro Dipping (CED) Painting & Heat Treatment.
Dengan motto “Excellence Through People and Process”, Dharma mempunyai pelanggan yang bereputasi baik dari merek-merek terkenal di dunia serta berkelanjutan dengan hubungan jangka panjang. “Ke depan, Dharma Group siap untuk menjadi bagian dari kebangkitan sektor otomotif termasuk dalam menyambut era revolusi industri 4.0 dengan menerapkan digitalisasi di rantai proses bisnisnya,” kata Irianto.
Saat ini, pemegang saham Dharma Polimetal adalah PT Dharma Inti Anugerah yang bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 47,6%, PT Triputra Investindo 14,16%, Irianto Santoso 5,1%, dan sisanya pemegang saham publik.
Sementara itu, penanganan limbah industri merupakan suatu keharusan guna terjaganya kesehatan manusia dan lingkungan pada umumnya. Dharma Polimetal menyadari akan pentingnya hal tersebut sehingga bertanggung jawab dengan menyediakan sarana pengolahan limbah, yaitu instalasi waste water treatment dan penyimpanan limbah B3 sementara, yang selanjutnya akan diangkut oleh instasi yang memiliki izin untuk pengolahan limbah B3.***

