Kebangkitan Indah Kiat (INKP) di Kuartal IV-2023
JAKARTA, investortrust.id – Tingkat pertumbuhan kinerja keuangan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) diprediksi pulih mulai kuartal terakhir tahun ini. Pertumbuhan didukung aspek kenaikan permintaan kertas global bersamaan dengan kenaikan harga jual.
Analis Trimegah Sekurtias Alpinus Dewangga dan Willinoy Sitorus mengatakan, perseroan mencatatkan penurunan yang dalam untuk laba bersih kuartal III-2023 akibat peningkatan biaya yang sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak. Sebagaimana diketahui, biaya terbesar adalah transportasi yang porsinya setara dengan 40% dari total harga bahan baku produksi kertas.
“Namun kondisi berbeda kemungkinan bakal terjadi pada kuartal akhir tahun 2024, yaitu pemulihan pesat laba bersih perseroan. Hal ini didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual yang telah mencapai 11% terhitung sejak awal kuartal IV hingga saat ini. Pemulihan paling signifikan diharapkan terjadi tahun 2024 saat harga jual kerta berada di atas US$ 600 per ton,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Dengan kenaikan harga jual kertas tersebut, kata Alpinus dan Willinoy, Indah Kiat (INKP) berpotensi mencetak pendapatan senilai US$ 90 juta pada kuartal IV-2023. Sedangkan pendapatan tahun 2024 diperkirakan melesat menjadi US$ 502 juta.
Alpinus dan Willinoy juga mengungkapkan, pemulihan utama harga jual kertas dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari China sebagai pengguna kertas terbesar di dunia. Diperkirakan rata-rata harga jual kertas diharapkan berada di atas US$ 600 per ton. Angka tersebut mempertimbangkan biaya produksi berada di level US$ 600 per ton untuk produksi pulp di China.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target rata-rata harga jual pulp dari semula US$ 600 menjadi US$ 610 per ton di tahun 2024. Sedangkan harga jual tahun ini diperkirakan berada sekitar US$ 600 per ton.
Revisi naik target jual tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target pendapatan perseroan tahun 2024 menjadi US$ 3,78 miliar, dibandingkan perkiraan semula US$ 3,72 miliar. Proyeksi laba bersih juga diperkirakan mencapai US$ 502 juta, dibandingkan perkiraan tahun 2023 senilai US$ 411 juta.
Kondisi tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INKP dengan target harga Rp 18.000 per saham. Dengan target harga tersebut, terbuka peluang kenaikan saham ini hingga 111,76%, dibandingkan harga penutupan INKP akhir pekan lalu Rp 8.500.
Pilihan Teratas
Sementara itu, tim riset RHB Sekuritas menetapkan saham Indah Kiat (INKP) sebagai pilihan teratas untuk saham sektor bubur kertas dan kertas (pulp & paper). Hal ini didukung peningkatan pengapalan produk perseroan hingga September 2023 dan tren kenaikan permintaan global.
Tim riset RHB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa total volume pengapalan kertas global menunjukkan konsistensi pertumbuhan selama tiga bulan terakhir. Kenaikan tersebut terutama dipicu peningkatan permintaan dari Tiongkok.
“Kami memperkirakan inventory bleached hardwood kraft (BHK) pulp kemungkinan naik dua hari, tetapi rata-rata tetap bertahan dalam 40 hari untuk periode November-Desember 2023,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Terkait peningkatan permintaan, RHB menyebut bahwa hal itu dipicu oleh tingkat peningkatan permintaan dalam beberapa bulan terakhir di China. Kenaikan tersebut membuat jumlah hari inventori BHK dan bleached softwood kraft (BSK) turun masing-masing menjadi 40 dan 38 hari atau terendah sejak Mei 2023.
RHB Sekuritas menyebutkan bahwa China menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi. Hal ini ditunjukkan kenaikan data PDB pada kuartal III-2023 dan berlanjutnya stimulus ekonomi dari pemerintah. “Kami memperkirakan kuatnya pemulihan ekonomi China akan mendorong peningkatan permintaan kertas pada kuartal IV-2023 hingga tahun 2024,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INKP dengan target harga Rp 22.975.
Prospek saham INKP
Trimegah Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 18.00
RHB Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 22.975
Pegang Integritas
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tergolong perusahaan pulp & paper tertua di Indonesia, didirikan pada 1 Desember 1976 alias sudah berusia 47 tahun. Saat ini, INKP memiliki fasilitas produksi di tiga lokasi yaitu di Perawang-Riau, Tangerang dan Serang, Banten. Pendiri INKP adalah Soetopo Janarto, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara. Pada tahun 1975, Soetopo bekerja sama dengan perusahaan dari Taiwan untuk mengembangkan perusahaannya.
INKP memproduksi bubur kertas (pulp), tisu berbagai jenis, produk kertas yang terdiri atas kertas untuk keperluan tulis dan cetak (berlapis dan tidak berlapis), kertas fotocopy, kertas industri seperti kertas kemasan yang mencakup container board, corrugated shipping containers (konversi dari containerboard), boxboard, food packaging, dan kertas berwarna.
Pada tahun 1990, Indah Kiat listing di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini keduanya bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham INKP. Per akhir Semester I-2023, mayoritas saham INKP dimiliki oleh PT Purinusa Ekapersada (afiliasi Grup Sinarmas) sebesar 53,25% dan sisanya dipegang oleh publik (46,75%).
Pada 11 September 1976, Presiden Republik Indonesia, Soeharto, mengeluarkan surat rekomendasi pendirian pabrik pulp dan kertas yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA). Pada 17 Desember 1976, dibuatlah akta pendirian perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper.
Pada 1985, PT Satria Perkasa Agung milik Grup Sinar Mas bergabung sebagai pemegang saham, setelah itu presiden direktur dijabat oleh Teguh Ganda Wijaya (Oei Tjie Goan). Di bawah bendera Sinar Mas Group (APP), PT IKPP berkembang pesat.
Perusahaan terus berkembang dan pada tahun 2019 total kapasitas produksi tahunan adalah 3,0 juta ton pulp, 1,7 juta ton kertas budaya, 108 ribu ton tisu dan 2,1 juta ton kemasan.
Adapun Asia Pulp & Paper (APP) Perinusa atau APP Sinar Mas selaku induk (pemegang saham) INKP telah berkembang untuk memasarkan produknya di lebih dari 150 negara di enam benua, dengan kapasitas konversi tahunan lebih dari 20 juta ton. Saat ini, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mempekerjakan lebih dari 30.000 orang di negara-negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Hong Kong.
Sebagai salah satu fasilitas produksi pulp dan kertas yang paling terintegrasi di dunia, APP berkomitmen untuk memberikan kualitas terbaik di tengah meningkatnya permintaan produk kertas berkualitas di seluruh dunia. Integritas rantai pasokan APP dan komitmen kuat terhadap Sustainability Roadmap Vision 2030 sangat penting bagi operasi perusahaan sebagai bagian dari visi untuk masa depan yang lebih baik. APP berkomitmen mencapai netralitas karbon, melestarikan keanekaragaman hayati, melindungi hutan, dan mendukung masyarakat di seluruh operasinya pada tahun 2030. (Hari Gunarto)

