Dengan Margin Rekor Tertinggi, Inilah Daya Tarik Dharma Polimetal (DRMA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) diprediksi mampu mempertahankan pertumbuhan pesat hingga tahun 2024. Peningkatan tersebut bersumber dari pertumbuhan organik dan anorganik. Margin laba yang menembus rekor tertinggi kini menjadi salah satu daya tarik saham DRMA.
Trimegah Sekuritas memperkirakan peningkatan laba inti menjadi Rp 712 miliar tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun 2023 senilai Rp 604 miliar dan realisasi tahun lalu Rp 339 miliar. Sedangkan pendapatan diharapkan bertumbuh menjadi Rp 5,61 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 6,31 triliun pada 2024.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan kuat DRMA masih berlanjut hingga tahun 2024. Pertumbuhan akan datang dari pertumbuhan organik dan anorganik. Sedangkan secara organik, pertumbuhan pendapatan ditargetkan sekitar 10% tahun 2024 dengan prospek margin stabil,” demikian analis Trimegah Sekuritas, Richardson Raymond dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Terkait pertumbuhan anorganik, kata Ricardson, Dharma Polimetal (DRMA) tengah mencari sejumlah peluang, khususnya di bidang suku cadang kendaraan roda empat. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang perseroan untuk mediversifikasi sumber pendapatan masing-masing 50% antara suku cadang sepeda motor dan mobil.
“Jika pertumbuhan anorganik kembali direalisasikan tahun ini, tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diharapkan lebih pesat. Dengan demikian tingkat pertumbuhan pendapatan tahun ini diharapkan setidaknya mencapai 12,6% ke level Rp 6,3 triliun,” terangnya.
Trimegah Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap strategi perseroan agar unggul dalam biaya (cost leadership) dan menerapkan keunggulan di bidang teknologi (otomatisasi). “Kami percaya bahwa strategi ini akan berhasilmeningkatkan keunggulan kompetitif DRMA dalam industri ke depan,” terangnya.
Terkait perkembangan bisnis baru, lanjut Richardson, Dharma Polimetal sudah mulai memproduksi brushless DC motor (BLDC) sejak Oktober. Produksi pertama ditujukan untuk konversi sepeda motor menjadi listrik. Perseroan juga telah mendapatkan lisensi bengkel konversi di Cikarang dan berniat membuka bengkel konversi di Cirebon.
Dharma Polimetal berharap dapat mengamankan suku cadang Brushless Direct Current Motor (BLDC) untukOriginal Equipment Manufacturer(OEM) produsen sepeda motor listrik di Indonesia ke depan. Hal ini diharapkan memperkuat potensi pasar perseroan ke depan.
Perseroan juga tengah memproduksi battery pack hingga battery management system bagi kendaraan roda tiga dan sepeda. Dharma Polimetal kemungkinan mulai memproduksi battery pack mulai bulan ini.
Selain itu, DRMA merencanakan pembukaan pabrik baru Dharma Control Cable (DCI) dengan target pembukaan pada kuartal II-2024 dan diikuti dengan pabrik baru pada kuartal III-2024.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekurtias untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DRMA dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.800 menjadi Rp 1.900 per saham. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PE ratio tahun 2024 sekitar 12,5 kali.
Lampaui Estimasi
Sementara itu, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham Dharma Polimetal (DRMA), karena ditopang lompatan laba bersih hingga September 2023 dan potensi berlanjutnya pertumbuhan laba tersebut.
DRMA mencetak peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 107,81% menjadi Rp 519,41 miliar hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 249,94 miliar.
“Raihan laba bersih tersebut setara dengan 89% dari target yang kami tetapkan tahun ini dan telah merefleksikan 90% dari target konsensus analis. Raihan tersebut sudah berada di atas perkiraan kami dan konsensus analis,” tulisnya dalam riset harian, Kamis (26/10/2023).
Lonjakan laba bersih tersebut didukung kenaikan pendapatan perseroan bersamaan dengan keberhasilan Dharma Polimetal (DRMA) mendongkrak margin keuntungan ke level tertinggi sepanjang masa dengan gross margin 18,9%. Gross margin tersebut sudah melampaui perkiraan.
Lompatan kinerja yang kuat tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DRMA dengan target harga Rp 1.800.
Pada perdagangan Kamis (02/11/2023), saham DRMA ditutup di Rp 1.435, atau menorehkan gain sebesar 145,3% selama tahun berjalan (ytd). Saat ini, market cap DRMA mencapai Rp 7,15 triliun.
Prospek Saham DRMA
Trimegah Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga: Rp 1.900
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga: Rp 1.800
Klien Baru
Sementara itu, mengacu laporan keuangan kuartal III-2023, DRMA meraih pertumbuhan penjualan neto sebesar 59,70% (yoy) menjadi Rp 4,24 triliun, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp 2,65 triliun. Penjualan neto DRMA didominasi oleh pasar domestik yang mencapai Rp 4,24 triliun serta penjualan ekspor sebesar Rp 324,03 juta.
Dilihat dari sisi kategori, pendapatan Dharma Polimetal dari komponen roda dua mencapai Rp 2,22 triliun atau tumbuh tumbuh 53,9% (yoy), roda empat Rp 1,41 triliun atau melonjak 78,3%, dan segmen lain-lain sebesar Rp 610,17 miliar atau bertumbuh 44,6%.
Tentang performa keuangan kuartal III-2023, Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menjelaskan, pertumbuhan kinerja ditopang oleh keberhasilan dalam mendapatkan kepercayaan untuk membuat komponen dari sejumlah klien baru. Irianto optimistis perseroan mampu mencapai target dengan pertumbuhan kinerja mencapai 25% tahun ini, baik di struktur top line maupun bottom line.
Sebelumnya, Irianto meyakini bahwa kinerja Dharma ke depan bakal cemerlang, karena perseroan membelanjakan modal tidak sedikit. Tahun ini, alokasi belanja modal (capex) DRMA mencapai Rp 650 miliar. Selama paruh pertama tahun ini, sekitar Rp 350 miliar sudah habis terbelanjakan, antara lain untuk akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), pembelian mesin dan investasi pada proyek baru, serta pembangunan dua pabrik baru di anak perusahaan.
Pada semester II, Dharma Polimetal tetap ngebut ekspansi. Sisa capex Rp 300 miliar akan digunakan untuk ekspansi dan investasi beberapa proyek baru. Per akhir kuartal III-2023, perseroan sudah menghabiskan capex Rp 445 miliar atau 68,46% dari total belanja modal tahun ini.
Atas dasar itu, Irianto optimistis bahwa langkah ekspansif ini bakal mendongkrak kinerja perseroan ke depan, termasuk pada kuartal IV tahun ini. Optimisme itu dilandasi proyeksi peningkatan penjualan sepeda motor dan mobil pada bulan-bulan menjelang tutup tahun, sehingga menaikkan permintaan komponen buatan DRMA.
Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil wholesales di pasar domestik sepanjang Januari-September 2023 mencapai 755.173 unit. Data bulan September 2023 saja, Toyota masih merajai pasar dengan jumlah 25.298 unit atau sekitar 32,45% dari total penjualan mobil wholesales. Berikutnya ditempati oleh Daihatsu dengan penjualan 15.009 unit, Honda 10.911 unit, dan Suzuki 6.502 unit.
Dukung Kebangkitan Otomotif
PT Dharma Polimetal Tbk yang berdri sejak 27 Maret 1989fokus memproduksi komponen sepeda motor dan mobil, serta menjadi salah satu supplier industri otomotif ternama di Indonesia.Dalam menjalankan bisnisnya, Dharma menerapkan prinsip Manajemen Mutu ISO TS 16949 dan Manajemen Lingkungan ISO 14001.
Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjamin kualitas produk, perusahaan mempunyai inspection facility yang memiliki tingkat akurasi tinggi seperti Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), Layout Machine, Flexible Arm Measurement, Photo Micro and Macro, Profile Projector, Tensile Strength, Salt Spray Test & Cass Test yang secara periodik dikalibrasi.
Untuk komponen sepeda motor, Dharma Polimetal memproduksi frame body, muffler, wheel rim, steering handle, grab rail, main stand, swing arm, dan arm cushion. Sedangkan untuk mobil, produk DRMA antara lain reinforcement sub sssy inst panel,steering hanger, hood lock, cross member frame, fastener, dan suspension member.
PT Dharma Polimetal Tbk memiliki sarana produksi yang terintegrasi, yang dilengkapi dengan proses Finishing seperti Nickel Chrome Platting, Acid Zinc Platting, Spray Painting with Robot Paint, Cathode Electro Dipping (CED) Painting & Heat Treatment.
Dengan motto Excellence Through People and Process, Dharma mempunyai pelanggan yang bereputasi baik dari merek-merek terkenal di dunia serta berkelanjutan dengan hubungan jangka panjang. “Ke depan, Dharma Group siap untuk menjadi bagian dari kebangkitan sektor otomotif termasuk dalam menyambut era revolusi industri 4.0 dengan menerapkan digitalisasi di rantai proses bisnisnya,” kata Irianto.
Sementara itu, penanganan limbah industri merupakan suatu keharusan guna terjaganya kesehatan manusia dan lingkungan pada umumnya. Dharma Polimetal menyadari akan pentingnya hal tersebut sehingga bertanggung jawab dengan menyediakan sarana pengolahan limbah, yaitu instalasi waste water treatment dan penyimpanan limbah B3sementara, yang selanjutnya akan diangkut oleh instasi yang memiliki izin untuk pengolahan limbah B3. (Hari Gunarto)

