Tiga Faktor yang Lambungkan Harga Saham AVIA
JAKARTA, investortrust.id – Strategi peluncuran produk baru, perluasan jaringan distribusi, dan peningkatan kapasitas produksi diharapkan menjadi faktor penopang penguatan PT Avia Avian Tbk (AVIA) ke depan.
Demikian riset analis Samuel Sekuritas Indonesia Daniel Widjaja yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (21/9/2023). Riset tersebut menyebutkan bahwa AVIA penuh dengan prospek.
Daniel mengatakan, keputusan Avia meluncurkan tiga produk mid-tier baru pada kuartal II-2023, seperti Admiral Wood Filler Epoxy, Admiral Cat Kapal dan Aries Bling, diharapkan mendongkrak volume penjualan.
Apalagi segmen pasar yang disasar mid-tier baru sudah sesuai dengan harapan, menyesuaikan dengan daya beli masyarakat pada semester II-2023. Pada semester II-2023, perseroan berencana meluncurkan tujuh produk baru mulai dari cat tembok, kayu, dan logam.
“Peluncuran produk baru mid-tier tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan volume penjualan ke depan,” terangnya.
Selain faktor tersebut, kata Daniel, peningkatan prospek kinerja keuangan perseroan didukung gencarnya perluasan jaringan distribusi guna mencapai target 95% layanan pengiriman satu hari. Perseroan sebelumnya telah berhasil membuka lima pusat distribusi dan sembilan pusat distribusi mini baru pada semester I-2023.
“Kami yakin strategi ini akan membantu peningkatan penjualan AVIA ke depan. Hal ini diharapkan mendorong kami untuk memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan, yaitu target pendapatan tahun ini diperkirakan naik 10,1% menjadi Rp 7,4 triliun,” terangnya.
Selain sejumlah faktor tersebut, kata Daniel, performa perseroan akan didukung oleh tren penurunan harga bahan baku. Hal ini diharapkan membantu peningkatan margin laba kotor perseroan menjadi 42,2% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2022 sebanyak 40,6%. Kondisi tersebut diharapkan mendongkrak laba bersih perseroan menjadi Rp 1,5 triliun tahun ini. Realisasi laba bersih tersebut merefleksikan estimasi margin keuntungan bersih sebesar 20,9%.
Terkait pembangunan pabrik baru di Cirebon, kata Daniel, proses itu masih berjalan sesuai dengan harapan dengan target pengoperasian 2025. Tambahan pabrik tersebut diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas produksi tambahan sebanyak 225 ribu ton. Perseroan memproyeksikan pabrik tersebut akan mulai berproduksi pada semester II-2025 dengan kapasitas produksi sebanyak 100 ribu ton tahun pertama sebelum mencapai kapasitas penuh pada 2026.
Melalui pengoperasian penuh seluruh pabrik tersebut, terang dia, kapasitas produksi perseroan diperkirakan meningkat menjadi 511 ribu ton. “Kami memperkirakan penambahan kapasitas ini akan membantu peningkatan volume penjualan AVIA menjadi 228 ribu ton pada 2025 dan 317 ribu ton pada 2026,” tulis riset tersebut.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi naik rekomendasi saham AVIA dari hold menjadi beli. Namun target harga saham AVIA direvisi turun dari Rp 790 menjadi Rp 730. Dengan harga penutupan Jumat (22/9/2023) Rp 570 per saham, potensi cuan AVIA mencapai 29,2%.
Revisi turun target harga tersebut merefleksikan rendahnya tingkat pertumbuhan keuangan perseoran sepanjang semester I-2023. Kenaikan laba bersih hanya 3,8% dari Rp 777 miliar menjadi Rp 807 miliar.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan PE tahun ini sekitar 23,4 kali dan PE tahun depan mencapai 21,2 kali. Sedangkan pendapatan tahun 2023 diprediksi naik dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 7,37 triliun. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan meningakt dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,53 triliun.
Terus Berinovasi
Sepanjang semester I-2023, Avian mampu menorehkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 806,62 miliar, naik tipi 3,79% dari periode sama pada semester I-2022 sebesar Rp 777,11 miliar. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,5 triliun, naik 3,8% (yoy).
Menurut Head of Investor Relations AVIA Andreas Hadikrisno, kontributor utama kinerja perusahaan bersumber dari segmen solusi arsitektur dan barang dagangan. Segmen solusi arsitektur, yang menopang 82,3% penjualan, tercatat sebesar Rp 2,9 triliun, meningkat 4,69% (yoy). Kontributor solusi arsitektur meliputi cat pelapis anti bocor dengan porsi 25,7%, cat dinding 23,7%, serta dan cat kayu & besi 19,5%.
Adapun segmen barang dagangan dengan kontribusi penjualan 17,7% atau senilai 619,9 miliar, dengan kontribusi tertinggi pipa PVC sebesar 12,9%.
Di paruh pertama tahun 2023 ini, AVIA juga berhasil mencetak laba kotor sebesar Rp 1,58 triliun atau naik 13,67% (yoy) berkat penurunan beban pokok penjualan sebesar 3,52% menjadi Rp 1,92 triliun. Dengan demikian, margin laba kotor AVIA pun naik menjadi 45,2% dibanding semester I-2022 yang hanya 36,77%.
Andreas menjelaskan, per semester I-2023, AVIA memiliki 114 pusat distribusi milik sendiri, 37 pusat distribusi pihak ketiga, serta 13 pusat distribusi mini. Untuk pusat distribusi sendiri, AVIA memiliki armada truk yang mampu mengirim dengan fekuensi 10.000 kali dalam sehari. AVIA juga menggandeng sedikitnya 56.000 toko bahan bangunan di seluruh Nusantara
Andreas menegaskan, perseroan terus membuat inovasi untuk meciptakan produk yang diinginkan masyarakat. Karena itulah, AVIA memiliki fasilitas Research, Development, & Innovation (RDI) yang kuat yang dilengkapi dengan peralatan canggih serta tenaga ahli berkualitas. Selian itu, AVIA komit terhadap aspek ESG, sehingga produknya memperoleh Green Label Certification dari Singapura.
PT Avia Avian Tbk telah berdiri 45 tahun. Didirikan oleh Soetikno Tanoko pada 1 November 1978, pabrik yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, ini awalnya hanya memproduksi cat kayu dan besi. Kini, Avian Brands memiliki dua pabrik yang terintegrasi secara vertikal dari hulu hingga ke hilir untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat.
Salah satu pabrik cat terbesar di Indonesia ini telah menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP) dan Warehouse Management System (WMS). Serta mengembangkan digital sistem seperti Automatic Weighing System (AWS), Distributed Control System (DCS), Computerized Monitoring Board (CMB), Yard Management System (YMS), dan Computerized Maintenance Management System (CMMS) untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan keakuratan data dan mendukung program ramah lingkungan dengan meminimalkan pemakaian kertas.
Perseroan juga juga menggunakan energi terbarukan (energi surya) dalam mendukung gerakan Go Green dan menggunakan atap transparan untuk mengurangi pemakaian energi listrik. AVIA telah menerapkan standar ISO 9001 tentang manajemen mutu, ISO 14001 tentang manajemen lingkungan dan ISO 45001 yang menjadi standar internasional untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Tak heran jika AVIA mendapatkan rapor Proper “Biru” dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pabrik di Sidoarjo berdiri di atas tanah seluas 11 ha dengan kapasitas produksi lebih dari 213.000 metrik ton per tahun. AVIA juga mendirikan pabrik di Serang untuk melayani kebutuhan area Indonesia bagian barat. Pabrik Serang berdiri di atas tanah seluas 4 ha dengan kapasitas produksi lebih dari 72.000 MT per tahun.
AVIA menggaungkan misi menjadi perusahaan cat yang terintegrasi, ramah lingkungan, terdepan dan terpercaya di Indonesia, serta dengan misi memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan melalui pengembangan beragam cat berkualitas. (Hari Gunarto)

