Avia (AVIA) Lanjutkan Buy Back Saham, Manajemen Ungkap Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Avia Avian Tbk (AVIA) akan melanjutkan program pembelian kembali (buy back) saham dengan total dana yang dianggarkan mencapai Rp 1 triliun. Sedangkan target maksimal saham yang akan dibeli kembali mencapai 2,3%.
Sedangkan total saham yang sudah dibeli kembali sejak program ini digulirkan pada akhir Desember 2023 telah mencapai 104,24 juta saham AVIA. Aksi ini juga berhasil megerek harga saham AVIA sebanyak 14,2% menjadi Rp 500 per saham pada penutupan perdagangan saham kemarin.
Baca Juga
Pemulihan Terlihat, Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham AVIA
“Meski harga saham AVIA telah menguat, perseroan berpendapat harga tersebut belum mencerminkan nilai, kinerja, dan fundamental sebenarnya. Asumsi ini dibuat dengan mempertimbangkan pasar cat dekoratif yang didukung dengan jaringan distribusi perseroan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” tulisnya dalam penjelasan resminya di BEI, Jakarta (10/1/2024).
Dengan harga saham AVIA mencapai Rp 500 per saham, dia mengatakan, PER perseroan masih berada di bawah level 20 kali atau lebih rendah, dibandingkan dengan rata-rata PER industri sejenis di Kawasan regional Asia yang sudah mencapai 30-50 kali.
Melalui program share buyback tersebut, manajemen berharap, AVIA bisa meningkatkan kepercayaan serta memberikan tingkat pengembalian yang baik kepada para pemegang saham.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa pemulihan mulai terlihat dari tingkat pertumbuhan volume penjualan mulai bisa bersaing dengan para kompetitornya dalam memasuki kuartal III-2023. Hal ini menjadi pertanda menggembirakan terhadap prospek perseroan ke depan.
Baca Juga
Wadirut Avian (AVIA) Ini Kembali Borong Saham, Jumlahnya Jumbo
Selain faktor tersebut, Mandiri Sekuritas menyebutkan, kenaikan rata-rata tingkat upah minimum menjadi 3,8% tahun ini diproyeksikan berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Apalagi AVIA menjadi pemimpin pasar penjualan cat di Jawa Timur yang diuntungkan atas kenaikan upah daerah ini mencapai 6,1% tahun ini.
“Tingkat pertumbuhan upah yang besar tersebut membuka potensi terhadap pertumbuhan volume penjualan perseroan. Apalagi produk cat perseroan menyasar pasar pasar umum,” ternagnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk memberikan pandangan terhadap pemulihan penjualan cat Avia perseroan tahun ini. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AVIA dengan target harga Rp 670.

