Saham Avia (AVIA) Direkomendasikan Beli, Simak Faktor Pendukung Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Avia Avian Tbk (AVIA) diproyeksikan mampu untuk mencatatkan pertumbuhan volume penjualan cat sepanjang 2024. Begitu juga dengan margin keuntungan diestimasi masih stabil.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan pertumbuhan volume penjualan perusahaan crazy rich Hermanto Tanoko ini diikuti dengan margin keuntungan stabili akan berimbas terhadap kenaikan laba bersih perseroan tahun ini mencapai 4%.
Baca Juga
Wadirut Avian (AVIA) Ini Kembali Borong Saham, Jumlahnya Jumbo
Proyeksi pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah tersebut mempertimbangkan perkiraan kenaikan volume penjualan berkisar 3,6% tahun ini dan kenaikan rata-rata harga jual diprediksi mencapai 2%. Perseroan juga diprediksi akan mengeluarkan biaya dana promosi lebih besar.
“Meski penjualan diprediksi tumbuh, kami memilih untuk memangkas target pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun 2024 dan 2025. Hal ini dipicu atas ekspektasi pertumbuhan volume penjualan lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto dalam riset terbarunya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 1,58 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun 2023 Rp 1,52 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan diestimasi naik dari Rp 7,01 triliun menjadi Rp 7,47 triliun.
Baca Juga
Pendapatan Avia Avian Rp 5,16 Triliun hingga September, 71,42% Target 2023
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham AVIA dari Rp 700 menjadi Rp 620 dengan rekomendasi saham dipertahankan beli. Seluruh sentiment negatif telah terefleksi pada saham AVIA saat ini.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa pemulihan mulai terlihat dari tingkat pertumbuhan volume penjualan mulai bisa bersaing dengan para kompetitornya dalam memasuki kuartal III-2023. Hal ini menjadi pertanda menggembirakan terhadap prospek perseroan ke depan.
Selain faktor tersebut, Mandiri Sekuritas menyebutkan, kenaikan rata-rata tingkat upah minimum menjadi 3,8% tahun ini diproyeksikan berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Apalagi AVIA menjadi pemimpin pasar penjualan cat di Jawa Timur yang diuntungkan atas kenaikan upah daerah ini mencapai 6,1% tahun ini.
Baca Juga
Avia Avian Dapat Dividen Interim Rp 114 Miliar dari Anak Usaha
“Tingkat pertumbuhan upah yang besar tersebut membuka potensi terhadap pertumbuhan volume penjualan perseroan. Apalagi produk cat perseroan menyasar pasar pasar umum,” ternagnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk memberikan pandangan terhadap pemulihan penjualan cat Avia perseroan tahun ini. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AVIA dengan target harga Rp 670.
Estimasi Kinerja Keuangan AVIA

