Wamenkomdigi Tegaskan AI Bisa Percepat Inklusi Keuangan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mempercepat perluasan inklusi keuangan nasional. Ia menyebut teknologi tersebut mampu membuka akses permodalan bagi pelaku UMKM maupun individu yang belum memiliki rekam jejak kredit tradisional.
Nezar menjelaskan penilaian kelayakan kredit dapat dilakukan dengan analisis berbasis AI yang memanfaatkan data alternatif. “Diharapkan dengan memanfaatkan AI kita bisa membuka kemungkinan untuk melakukan penilaian kelayakan kredit yang lebih akurat dan inklusif,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, pendekatan ini memberi peluang bagi UMKM dan masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Hal itu dinilai penting karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam inklusi keuangan. Data World Bank menunjukkan 48% penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank.
“Indonesia masih menjadi salah satu dari delapan negara dengan penduduk dewasa tanpa rekening bank terbanyak di dunia atau unbanked society. Ini tentu saja menjadi tantangan untuk inklusi keuangan,” kata Nezar.
Baca Juga
Pengamat Ingatkan Kemenkomdigi: BTS Palsu Lebih Bahaya dari Scam Biasa
Selain mendukung sektor kredit, AI juga disebut dapat membantu pengolahan data pasar keuangan sehingga keputusan investasi menjadi lebih akurat. Pemanfaatan teknologi ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.
Pemerintah turut mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari upaya menutup kesenjangan akses layanan keuangan. “Kita harapkan tersedianya konektivitas bisa memecahkan masalah inklusi keuangan yang ada di masyarakat,” kata Nezar.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat tata kelola ekonomi digital. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8% pada 2029.
Baca Juga

