Dorong Inklusi Keuangan, Amar Bank Percepat Penyaluran Kredit Digital UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) memprioritaskan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi utama memperkokoh ketahanan ekonomi digital nasional. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan peran perbankan digital dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui kemudahan akses permodalan.
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengungkapkan bahwa solusi keuangan digital yang andal menjadi kunci untuk membuka potensi besar UMKM yang selama ini belum tergarap maksimal. Ia berkomitmen mempermudah akses bagi para pelaku usaha agar mereka dapat tumbuh lebih produktif dan kompetitif.
“Melalui solusi keuangan digital yang mudah diakses dan andal, kami ingin membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membangkitkan potensi besar UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Vishal dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (12/4/2026).
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan terdapat 64,2 juta unit UMKM yang menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun, realisasi porsi kredit UMKM baru mencapai 19,4% pada 2025, masih di bawah target pemerintah sebesar 30%.
Menanggapi kesenjangan tersebut, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai keterbatasan akses pembiayaan akibat hambatan administratif masih menjadi tantangan utama. Menurutnya, skema pembiayaan berbasis kemampuan (ability-based financing) dari bank digital merupakan peluang besar untuk menjangkau daerah yang masih bergantung pada pinjaman informal.
Baca Juga
“Ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan nilai transaksi pembayaran digital diprediksi mencapai Rp4.000 triliun pada 2026,” tambah Nailul. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penguatan literasi keuangan dan keamanan data guna memitigasi risiko di tengah pesatnya digitalisasi.
Guna mendukung ekosistem ini, Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menjelaskan bahwa layanan Amar Bank Bisnis hadir untuk membantu UMKM membangun sistem administrasi yang lebih rapi. Pengelolaan keuangan yang terdokumentasi dengan baik akan memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang.
“Dengan rekam jejak keuangan yang lebih tertata, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan, sehingga akses terhadap pembiayaan formal menjadi semakin terbuka,” tutur Josua.
Dari sisi operasional, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menegaskan bahwa perseroan terus memperkuat inovasi melalui kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan teknologi ini mencakup otomatisasi dan proses underwriting secara real-time untuk menghasilkan keputusan kredit yang lebih cepat serta akurat bagi nasabah.
