Komitmen Dorong Pertumbuhan UMKM, Amar Bank (AMAR) Genjot Pendanaan Supply Chain
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menandatangani kerjasama dengan PT Maulana Karya Persada (MKP) untuk mewujudkan komitmen dalam memperluas jangkauan melalui pendanaan supply chain.
Pembiayaan supply chain ini adalah upaya yang dilakukan oleh Amar Bank dalam menyalurkan modal usaha produktif kepada para supplier dengan rekam jejak terbukti yang akan dinilai oleh MKP.
Adapun proses seleksi awal bagi calon partner bisnis akan mempertimbangkan status perusahaan besar yang memiliki rantai supplier dan distributor aktif untuk tujuan pendanaan produktif, dengan plafon bisa mencapai di atas Rp 25 miliar.
Baca Juga
“Sebagai pionir digital bank di Indonesia, Amar Bank akan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung segmen UMKM serta para pengusaha retail terkait. Melalui kerjasama yang salah satunya kami lakukan dengan MKP, kami optimis untuk turut berkontribusi secara signifikan dalam mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia,” kata Direktur Korporasi, Komersial dan Operasional PT Bank Amar Indonesia Tbk Eka Banyuaji dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (23/02/2024).
Kerjasama strategis yang bernilai ratusan miliar ini akan digunakan untuk menunjang pengembangan unit bisnis yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional karena melibatkan hampir ratusan pelaku usaha dalam segmen retail serta UMKM.
“Strategi ini terus kami lakukan berkelanjutan dalam menjangkau para partner bisnis yang akan menjembatani penyaluran pendanaan supply chain hingga mampu diakses dan dinikmati lebih banyak lagi pelaku UMKM,” tambah Eka.
Baca Juga
Sebagai catatan, PT Amar Bank Indonesia Tbk. atau Amar Bank adalah bank digital Indonesia yang didirikan pada tahun 1991 dan diluncurkan kembali pada tahun 2015 menjadi Amar Bank. Sejak saat itu, Amar Bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi pelopor lembaga fintech melalui pinjaman digital Tunaiku.
Sedangkan MKP adalah salah satu pelaku usaha minyak kelapa sawit (CPO) yang berdiri sejak tahun 2012. Produk turunan MKP dapat menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan (renewable energy) seperti cangkang kelapa sawit, kernel shell, hingga tandan kelapa sawit.

