Amar Bank (AMAR) Dorong Digitalisasi untuk Gaet Segmen UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menyatakan komitmennya untuk mempercepat adopsi layanan perbankan digital guna menjaring lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 61% dan menyerap hampir 97% tenaga kerja.
Meski menjadi mesin pertumbuhan utama, realisasi kredit untuk sektor ini masih jauh dari target. Pemerintah menargetkan porsi pembiayaan UMKM mencapai 30% dari total kredit perbankan, namun realisasi pada 2025 baru berada di kisaran 19,4%.
Baca Juga
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan, teknologi sebagai kunci utama untuk membuka potensi besar sektor UMKM yang selama ini masih terkendala akses terhadap pembiayaan formal.
“Kami melihat potensi besar UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu diakselerasi pertumbuhannya. Melalui solusi keuangan digital yang aman, andal, dan mudah diakses, perbankan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing,” ujarnya, dalam acara Amar Bank Digital Banking Outlook 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Setali tiga uang, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, kesenjangan akses layanan keuangan masih menjadi momok bagi UMKM. Menurutnya, realisasi kredit yang baru mencapai 20% dari target 30% menjadi tantangan.
“Ini disebabkan salah satunya oleh tingkat adopsi layanan keuangan yang masih timpang antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selain itu, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan administratif dalam mengakses pembiayaan dari perbankan, sehingga mereka masih mengandalkan modal pribadi maupun pinjaman dari keluarga,” katanya.
Baca Juga
Tumbuh 15%, Amar Bank (AMAR) Cetak Laba Bersih Rp 174,6 Miliar di Kuartal III 2025
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Amar Bank menghadirkan solusi melalui Amar Bank Bisnis. Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia menjelaskan, fitur ini dirancang untuk membantu UMKM menata administrasi dan pengelolaan keuangan secara lebih rapih dan terstruktur.
“Solusi ini tak hanya mendukung efisiensi operasional sehari-hari, tapi juga memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank Kevin Kane menyatakan, memasuki 2026, Amar Bank akan memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Di sisi bersamaan, pihaknya akan terus mengembangkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses perbankan, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap risiko fraud digital.
“Melalui penerapan otomatisasi, proses underwriting secara real time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, aman, dan akurat,” ujar Kevin.

