Hingga Februari, UKU Catatkan Tingkat Penyelesaian Pinjaman 97,8%
JAKARTA, investortrust.id – PT Teknologi Merlin Sejahtera atau UKU mencatat tingkat keberhasilan penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam 90 hari sejak tanggal jatuh tempo (TKB90) per Februari 2024 sebesar 97,8%.
Hal itu diungkap CEO UKU, Tony Jackson dalam acara “Media Iftar and Gathering” yang bertajuk ‘Driving Financial Literacy and Understanding Ramadan Demands’ di The Acre, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
“TKB90 (UKU) itu sekarang di 97,8% per bulan Februari 2024. Berarti TWP90-nya itu sekitar 2,2%,” ungkap Tony.
Baca Juga
UKU Bidik Pertumbuhan Penyaluran Dana hingga 10% di Tahun 2024
Bos fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) ini juga mengimbau kepada masyarakat atau borrower untuk menimbang kembali sebelum meminjam dana di fintech lending. “Pahami kebutuhan, jangan menuruti keinginan, dan sadar akan kemampuan untuk membayar peminjaman,” pungkas Tony.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat secara agregat kondisi TWP90 (tingkat wanprestasi atau kredit macet di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo) di industri fintech P2P lending pada tahun 2023 mencapai 2,93%. Rinciannya, kredit macet di wilayah Jawa sebesar 3,2%, sedangkan luar Jawa adalah 2,04%.
Baca Juga
OJK Beberkan Update Kasus Kredit Macet dan Fraud Pinjol Investree
Lebih rinci lagi, TWP90 paling tinggi berada di luar pulau Jawa, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 5,91% pada akhir Desember 2023. Sedangkan TWP90 di pulau Jawa sendiri, ada Jawa Barat sekitar 3,82%, D.I. Yogyakarta (3,32%), DKI Jakarta (3,12%), dan Jawa Timur (2,79%).

