Fintech UKU Salurkan Kredit Rp 8,7 Triliun, Rincian Borrower Didominasi Usia Ini
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending, PT Teknologi Merlin Sejahtera atau UKU, mencatat penyaluran dana sebesar Rp8,7 triliun hingga akhir tahun 2023. Sedangkan peminjam (borrower) yang paling banyak menerima saluran dana di luar pulau Jawa adalah Sumatera Utara (Sumut).
''Kalau dilihat summary-nya yang di pulau Jawa sekitar Rp 6,3 triliun dan luar pulau Jawa itu Rp 2,4 triliun,'' ungkap CEO UKU Tony Jackson di The Acre, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
Baca Juga
Hingga Februari, UKU Catatkan Tingkat Penyelesaian Pinjaman 97,8%
Dia menerangkan, borrower fintech lending ini didominasi oleh usia produktif (21-30 tahun), yakni sebesar 35% secara rata-rata nasional.
''Dengan mengambil rata-rata 8,1 juta instalasi aplikasi per bulan, kalau kita lihat di bulan Ramadhan terjadi peningkatan moderat di usia produktif yaitu naik menjadi 39%,'' papar dia.
Adapun kenaikan tersebut, lanjut Tony, terjadi karena banyaknya kebutuhan Ramadhan yang diperlukan bagi masyarakat seperti membeli kebutuhan pokok, belanja (shopping) hingga ada yang membuka bisnis takjil dan kue lebaran.
Baca Juga
Dorong Literasi Fintech Lending, Ini yang Dilakukan UKU dan AFPI
''Jumlah penginstal aplikasi ini sejalan dengan pengajuan pinjaman yang per bulannya sebanyak 66.000 loan aplications,'' tutur Tony.
Perlu diketahui, UKU dapat meminjamkan dana kepada borrower sebanyak Rp 12 juta dengan tenor minimal 60 hari dan maksimal 90 hari. UKU juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otorita Jasa Keuangan sejak tahun 2019. (CR-3)

