Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Penyebab Penurunan Simpanan Nasabah
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyampaikan pertumbuhan deposit atau pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih menantang dan menurun. Beberapa faktor turut berkontribusi terhadap perlambatan pertumbuhan DPK.
“Memang pertumbuhan DPK ini agak challenging ya, sampai Oktober ini masih tumbuh sekitar 3,4% yoy,” ujar Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina dalam Media Gathering Bank Mandiri Economic Outlook 2023, Selasa (19/12/2023).
Dian mengatakan, perkembangan kinerja sektor perbankan saat ini cukup sehat dan sangat baik. Hal itu didukung dengan adanya pertumbuhan kredit masih robust, dimana hingga akhir Oktober 2023 berada pada level 9%.
Baca Juga
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Mandiri Pamer Layanan Mandiri Contactless
“Pada pertumbuhan DPK tahun 2023 year to date, Desember 2022, ini hanya tumbuh 0,56% year to year. Dan kita bandingkan ini di bawah dari historis pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Dian menjelaskan menantangnya pertumbuhan DPK dikarenakan berada di situasi perekonomian risiko global yang cukup. “Sumbangan surplus perdagangan kita sudah menurun sekitar 30%, artinya dana yang dari hasil ekspor yang masuk ke perbankan juga tentunya akan lebih rendah,” bebernya.
Selain itu, terjadi volatilitas di pasar keuangan yang menyebabkan adanya capital outflow. “Dan ini semuanya menyebabkan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan DPK yang lebih lambat,” tandas dia.
Di samping itu, indikator perbankan lainnya menunjukkan kondisi yang sehat. Dari sisi likuiditas (LDR) berada di level 83,9% pada September 2023. Sedangkan rasio permodalan (CAR) perbankan berada pada level 27,3%.
