Jelang Hari Efektif Pasar Saham Selasa Esok, Rupiah Tak Berdaya Ditekan Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Jelang kembali efektifnya pasar saham domestik yang akan dibuka Selasa (8/4/2025) esok setelah libur panjang cuti lebaran idulfitri 1446 H/2025 M, nilai tukar rupiah terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah seakan tak berdaya ditekan dolar AS pada perdagangan pasar spot valas.
Berdasarkan data Bloomberg, per Senin (7/4/2025) sore ini kurs rupiah anjlok 169 poin (1,01%) ke level Rp16.821 per dolar AS. Bahkan pada Jumat (4/4/2025) lalu, mata uang rupiah yang diperdagangkan di pasar luar negeri atau non deliverable forward (NDF) sempay menembus level Rp 17.006 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Sutopo Widodo, pelemahan nilai tukar rupiah pascapengumuman tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump merupakan dampak yang lebih luas dari ketegangan perdagangan global. Tarif sebesar 32% terhadap barang-barang Indonesia yang masuk ke AS tersebut telah meningkatkan kekhawatiran terhadap surplus perdagangan dan daya saing ekspor Indonesia.
Baca Juga
"Hal ini menyebabkan tekanan terhadap rupiah yang akhir-akhir ini melemah hingga mencapai Rp 16.772 per dolar AS," kata dia kepada Investortrust, Senin (7/4/2025).
Komisaris HFX International Berjangka itu turut memberikan tanggapan terkait respons pemerintah dalam mengantisipasi tarif resiprokal Trump. Di antaranya langkah Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang berkomitmen untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi di pasar spot dan memastikan likuiditas valas yang memadai.
Baca Juga
Tarif Trump dan Melemahnya Rupiah Jadi Momentum Transformasi Pariwisata Nasional
Namun situasi tersebut, kata Sutopo, menggarisbawahi perlunya Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor dan memperkuat industri dalam negeri guna mengurangi dampak kebijakan tersebut.
"Tim ekonomi yang terlihat kurang solid dan kebijakan ekonomi yang belum terlihat hasilnya membawa rupiah sebagai mata uang yang tidak menarik," sebut dia.

