Ditekan Dolar, Rupiah Diprediksi Melemah Awal Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Analis PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi nilai tukar (kurs) rupiah masih akan tertekan akibat menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) pekan depan. Ia memperkirakan kurs rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp 16.180 - Rp 16.240 per dolar AS, Senin (22/7) besok.
Ia menyorot optimisme pelaku pasar terhadap ruang penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) tengah meningkat. Pelaku pasar memperkirakan lebih dari 90% kemungkinan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, menurut CME Fedwatch.
"Meskipun pertaruhan ini masih ada, dolar menemukan kekuatan minggu ini dari data klaim pengangguran yang kuat secara tak terduga, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang menjadi pertimbangan utama bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga tetap tangguh," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Minggu (21/7/2024).
Baca Juga
Selain iu ia juga menyoroti laporan media pekan ini yang menunjukkan AS sedang mempertimbangkan pembatasan perdagangan lebih ketat terhadap China. Utamanya sektor teknologi dan pembuatan chip di negara tersebut.
"Laporan tersebut meningkatkan kekhawatiran atas perang dagang baru antara Beijing dan Washington, mengingat hubungan dagang antara keduanya sudah tegang," tandasnya.
Sebelumnya berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 39 poin ke Rp 16.199/USD, Jumat (19/7/2024) lalu.
Kemudian pada pasar spot valas, mata uang Garuda juga terus bergerak melemah. Dilansir dari Yahoo Finance, tepat pukul 15.15 WIB kurs rupiah bergerak melemah 36 poin ke Rp 16.185/USD setelah sebelumnya berada pada posisi Rp 16.149/USD.

