Begini Upaya BI Optimalisasi Pengelolaan Ziswaf di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) terus berupaya mengoptimalisasi pengelolaan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) dengan mengadopsi berbagai inisiatif digital. Sebab, Indonesia memiliki potensi Ziswaf yang sangat besar yakni mencapai Rp 327 triliun, tapi realisasi penghimpunannya masih berada di angka Rp 26,13 triliun.
Direktur Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI Susiati Dewi W mengungkapkan, tantangan utama dalam pengumpulan Ziswaf di Indonesia meliputi rendahnya literasi digital, minimnya transparansi, keterbatasan ke platform digital, serta kekhawatiran terhadap keamanan siber.
“BI juga telah melakukan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan pengelolaan Ziswaf di Indonesia,” ujarnya, dalam acara Online Fintech Talk, Senin (24/3/2025).
Pertama, lanjut Dewi, BI telah melakukan digitalisasi layanan Ziswaf bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan dana, sehingga masyarakat lebih mudah menyalurkan donasi mereka melalui platform digital.
Baca Juga
Aftech: Digitalisasi Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Optimalkan Potensi Filantropi di Indonesia
Selanjutnya, penyusunan prinsip pengelolaan wakaf. Bersama Badan Wakaf Indonesia, BI telah menyusun panduan pengelolaan wakaf yang dapat menjadi pedoman bagi nazir (pengelola wakaf) dalam mengelola dana secara profesional dan sesuai prinsip syariah.
“Yang ketiga, BI juga senantiasa rutin menyelenggarakan kegiatan ekonomi mengenai kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival atau yang lebih dikenal dengan ISEF, serta Festival Ekonomi Syariah yang lebih dikenal dengan FESYAR,” kata Dewi.
Kedua festival tersebut yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya, lanjut dia, bertujuan untuk meng-encourage, mendiskusikan, serta menemukan terobosan baru di bidang ekonomi syariah, termasuk Ziswaf.
“Karena Ziswaf sebagai salah satu instrumen yang dapat berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan di Indonesia,” ucap Dewi.

