Investree Dicabut Izin Usaha Karena Gagal Bayar, AFPI Buka Suara
JAKARTA, investortrust.id - Karena tak kunjung mampu mengentaskan permasalahan gagal bayar, akhirnya platform financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending Investree resmi dicabut izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (21/10/2024). Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI buka suara terkait hal ini.
Ketua Umum AFPI Entjik S Djafar mengapresiasi dan mendukung keputusan tegas yang dilakukan OJK yaitu mencabut izin usaha Investree. Hal ini akan berpengaruh positif terhadap industri fintech p2p lending di Indonesia semakin sehat dan berkesinambungan ke depan.
“Saya rasa dengan adanya tindakan tegas dari OJK membuat semakin menguatkan kepercayaan investor,” ujarnya, kepada investortrust.id, Selasa (22/10/2024).
Baca Juga
Profil Adrian Asharyanto Gunadi, Mantan CEO Investree yang Diburu OJK. Melarikan Diri ke Qatar?
Dikatakan Entjik, jika menyimak siaran pers resmi dari OJK, sudah sangat jelas jika regulator di sektor jasa keuangan tersebut menekankan tentang adanya pelanggaran yang serius pada Investree.
Seperti diketahui, awal 2023 Investree mulai mengalami gagal bayar. Hal ini terkuak usai sejumlah lender atau pihak yang memberikan kredit ke Investree berkeluh kesah di media sosial karena uangnya belum dikembalikan oleh perusahaan jauh setelah jatuh tempo.
Baca Juga
Kronologi Lengkap Gagal Bayar Investree Hingga Berujung Dicabut Izin Usaha oleh OJK
Permasalahan tak kunjung selesai, malah makin runyam. Karena gaji seluruh karyawan Investree kabarnya tidak dibayar platform p2p lending ini sejak akhir 2023.
Menurut Entjik, sebenarnya standar operasional prosedur (SOP) yang sudah disiapkan OJK sudah lengkap. Tinggal, bagaimana masing-masing platform p2p lending mengikuti SOP tesrebut dengan baik, agar kejadian Investree tak terulang kembali.
“AFPI tentunya terus menerus mengingatkan para anggota kami untuk wajib patuh dalam menjalankan manajemen perusahaan secara comply dan prudent,” katanya.
Salah satu upaya tersebut adalah dengan rutin menyelenggarakan forum-forum diskusi, salah satunya seperti Compliance Talk Forum dan Brain Wave.
Terlepas dari persoalan yang membelit Investree hingga membuatnya dicabut izin usaha oleh regulator, Entjik tetap optimistis prospek bisnis industri ini masih tetap cerah seiring dengan pamor yang makin meningkat karena menawarkan kemudahan dan kepraktisan.
“Prospek sampai akhir tahun masih sesuai target dan rencana bisnis 2024,” ucapnya.

