SMF Catat Penyerapan Anggaran Homestay Capai 65,78% dari Total Rp20 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan. SMF berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki program pembiayaan homestay. SMF memaparkan, per Desember 2023 program pembiayaan homestay telah menyerap 65,78% atau Rp13,597 miliar dari total anggaran sebesar Rp20 miliar.
“Program pembiayaan homestay yang dikolaborasikan dengan Kemenparekraf ini menyerap anggaran sebesar Rp13,597 miliar dari total anggaran Rp20 miliar. Total yang kita biayai atau kita bina yaitu 183 pemilik homestay (debitur) di 21 desa wisata lainnya,” kata Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Sarana Multigriya Finance (SMF), Arief Hidayat di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024).
Sebagai informasi, per Desember 2023, SMF telah diberikan anggaran sebesar Rp20 miliar dan sudah merealisasikan sekitar Rp13,597 miliar (65,78%) dari total anggaran dengan sisa saldo Rp7,073 miliar dari tahun 2019.
Fitur dari program pembiayaan ini, lanjut Arief, adalah membangun baru atau renovasi homestay di beberapa titik destinasi wisata dengan memberikan suku bunga flat (3%) sebesar Rp30 juta maksimal.
“Suku bunganya flat (3%) maksimal, dan itu memang Rp30 juta. Tapi misalkan 2 tahun pertama pembiayaannya lancar, kita bisa tambahkan (top up) sampai Rp50 juta dan selanjutnya bisa sampai Rp 150 juta (maksimalnya),” tambah dia.
Adapun desa-desa wisata yang telah dibiayai melalui program pembiayaan homestay SMF seperti, Desa Sembalun Lawang, Desa Kemuning, Desa Nglanggeran, Desa Tamansari, Desa Kuta Mandalika, Desa Bangsring, hingga Desa Pagerharjo.
