Dukung UMKM Pariwisata, SMF Terus Gulirkan Program Homestay Bunga 3%
JAKARTA, investortrust.id - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) terus menggulirkan Program Pembiayaan Homestay dengan bunga rendah 3%, untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membangun/merenovasi homestay di destinasi wisata unggulan dan di desa wisata yang lain. Program yang bertujuan mendorong pariwisata di Tanah Air ini total anggarannya Rp 20,67 miliar, dengan realisasi sudah mencapai Rp 13,60 miliar atau 65,78%.
“Program Homestay menyalurkan pembiayaan dana bergulir untuk membantu UMKM, untuk membangun/merenovasi homestay yang dimiliki agar menarik wisatawan. Program ini merupakan sinergi antara badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan dengan Kemenparekraf, yang dimulai sejak tahun 2019,” kata Kepala Bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Arief Hidayat, dalam diskusi Investortrust UMKM Connect 2024 bertajuk "Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM" di Mezanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa 26 Maret 2024.
Baca Juga
Desa Wisata Didorong Tingkatkan Produk Ekonomi Kreatif
Realisasi Program Homestay yang sudah Rp 13,60 milliar, lanjut dia, disalurkan kepada 183 debitur. Sedangkan sisa saldonya sebanyak Rp 7,07 miliar.
Arief merinci, tahun 2019, realisasi Program Homestay senilai Rp 2,23 miliar. Berikutnya menjadi Rp 1,36 miliar tahun 2020, tahun 2021 Rp 3,34 miliar, tahun 2022 Rp 5,51 miliar, dan pada 2023 Rp 1,16 miliar.
Fasilitas Ditingkatkan
Arief menjelaskan lebih lanjut, Program Homestay ini memberikan sejumlah fasilitas. Ini misalnya, suku bunga flat yang rendah hanya 3%.
“Semula Program Homestay untuk di destinasi wisata prioritas. Kemudian, tahun 2021, juga disalurkan pembiayaan ke desa wisata lain. Ini misalnya untuk renovasi menjadi homestay yang menarik, dengan maksimal pembiayaan Rp 30 juta,” ujar Arief.
Baca Juga
Menparekraf Tegaskan Target Kunjungan Wisman 14,3 Juta di 2024
Jika pelaku UMKM dalam 2 tahun pertama lancar membayar pengembalian pembiayaan yang diterima, maka akan diberikan pembiayaan hingga Rp 50 juta, dan selanjutnya bisa maksimal Rp 150 juta. Suku bunga pinjaman tetap 3% per tahun.
"UMKM kan yang menjadi permalahan, yang dibutuhkan, di mana-mana adalah permodalan," tandasnya.
