Miniatur Hutan Hujan Tropis di KIPP IKN Butuh Dana Rp10 Miliar - Rp20 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id – Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) memaparkan salah satu bentuk transformasi pelestarian alam di IKN yaitu akan dibentuknya Miniatur Hutan Hujan Tropis yang memiliki nilai investasi sebesar Rp10 miliar – Rp 20 miliar dengan luas lahan 96 Hektare (Ha).
Proyek reforestasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga kontribusi dari sektor swasta, seperti PT Tirta Investama, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Multi Harapan Utama (MHU).
“Terkait proyeksi investasinya sedang kami lakukan perhitungan kembali, kemungkinan saat ini proyeksi kasarannya sekitar Rp10 miliar - 20 miliar dan (luas lahan) miniatur ini hanya sekitar 96 Ha, dan bentuknya kemitraan dari berbagai pihak baik dari pihak swasta maupun dari akademisi. Jadi, kami masih belum bisa memastikan biaya pembangunan miniatur hutan tropis ini,” kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Pungky Widiaryanto dalam Zoom meeting, Jakarta, Rabu (27/12/2023).
Pungky turut menjelaskan, proyek ini bukan sekadar investasi tetapi merupakan kemitraan dari berbagai pihak, baik swasta maupun akademisi. Meskipun proyeksi biaya masih dalam perhitungan, kontribusi dari investor dapat mengklaim insentif pajak sekitar 200% apabila investasinya mencapai Rp100 miliar.
“Contohnya, misalkan nilai investasinya Rp100 miliar yang merupakan kontribusi dari investor atau swasta, nanti dia bisa mengklaim kontribusi tersebut untuk dijadikan tax deduction sekitar 200%,” tandas Pungky.
Miniatur Hutan Hujan Tropis seluas 96 Ha ini bertujuan untuk meningkatkan keragaman hayati di IKN, menggantikan hutan tanaman monokultur yang didominasi oleh tanaman Eucalyptus pelita. Pembangunan miniatur ini melibatkan penanaman pohon-pohon dominan, co-dominan, dan toleran, serta berbagai kegiatan pemeliharaan untuk mendukung suksesi alami. Taman edu-ekowisata juga akan dibangun sebagai sarana edukasi dan wisata alam bagi penduduk dan pengunjung di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Rabu (20/12/2023), Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropis di KIPP IKN. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengalokasikan 65% wilayah IKN sebagai kawasan lindung, serta pelaksanaan reforestasi untuk pemulihan ekosistem hutan.
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono menyatakan, Miniatur Hutan Hujan Tropis ini akan menjadi living lab transformasi hutan, di mana proses perubahan dari hutan tanaman industri dominan eukaliptus akan menjadi pusat pembelajaran bagi semua pihak. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN, dunia usaha, dan akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
“Kami menginginkan ada basis saintifik yang kuat dalam pembangunan di IKN. Demikian pula untuk kegiatan reforestasi, semua pihak dapat belajar dari proses perubahan yang berlangsung. Saat ini kemitraan baru dengan pihak-pihak yang tadi disebutkan, ke depan akan dilakukan kemitraan dengan lembaga riset, perguruan tinggi lain di Indonesia dan dari luar negeri. Kami sudah menerima tawaran dari perguruan tinggi terkemuka di Belanda untuk pengembalian keanekaragaman hayati di IKN”, imbuh Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (20/12/2023). (CR-3)

