Banyak Kelas Menengah 'Jatuh Miskin', UOB Indonesia Sebut Tidak Pengaruhi Kredit
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menilai bahwa kinerja transaksi kredit perusahaan tidak akan terpengaruh dengan adanya fenomena jumlah kelas menengah di Indonesia yang tercatat makin menyusut.
Hal itu disampaikan Cards & Payment Head UOB Indonesia Herman Soesetyo saat ditemui dalam acara Konferensi Pers Peluncuran UOB Telkomsel Card “Lifestyle Connected” di Anjungan Sarinah, Jakarta, Selasa (10/9/2024).
“Kalau secara overall pasti berpengaruh. Tapi again, masing-masing bank kan mempunyai sasaran target market-nya sendiri-sendiri. Kalau di UOB, kita tidak melihat itu," ujar Herman.
Seperti yang diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa hingga 2024, jumlah masyarakat yang masuk kategori ini sebesar 47,85 atau turun 9,48 juta jika dibanding saat pandemi yang sebanyak 57,33 juta orang.
Lebih lanjut, Herman menyebut, rata-rata tingkat persetujuan (approval rate) transaksi kredit di UOB Indonesia sendiri hingga saat ini masih sesuai target, terlepas dari adanya fenomena tersebut.
“Approval rate-nya memang sesuai dengan apa yang kita targetkan. Jadi kita tidak melihat signifikan perubahan itu sih," kata Herman.
Sehubungan dengan hal tersebut, Herman tidak menampik jika fenomena ini akan mempengaruhi bisnis perbankan lain di Indonesia. Menurutnya, fenomena ini memang telah berdampak pada kinerja perbankan secara umum.
Di sisi lain, Herman membeberkan bahwa UOB Indonesia optimistis tren bisnis kartu kredit di Indonesia bakal terus berkembang, meski dihadapkan dengan berbagai tekanan seperti model pembayaran baru.
"Terus berkembang pemegang kartu di Indonesia, di mana kita mau berperan aktif membantu growing di segmen ini,” imbuh Herman.
Sebagai tambahan informasi, diberitakan Investortrust sebelumnya, UOB Indonesia semakin agresif dalam memacu pertumbuhan jumlah pemegang kartu kredit. Di mana, UOB Indonesia menargetkan 100.000 pemegang kartu kredit baru pada tahun 2024.
"Penambahan mungkin kalau kita lihat bisa kurang lebihnya kita targetnya itu sekitar hampir 100.000 (customer) per tahun. Kita cukup agresif kalau dari sisi penambahan jumlah kartu," jelas Herman saat ditemui usai acara Talkshow dan Media Briefing Pengumuman Pemenang Hadiah MINI PS Bespoke Edition di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

