Bank Digital Ini Sebut Peran Kantor Cabang Masih Penting, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) mengakui kehadiran kantor cabang masih sangat penting bagi bisnis, tidak terkecuali bagi Krom Bank yang telah bertransformasi sebagai bank digital.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan menyebut, peran kantor cabang masih sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis. Meski telah bertransformasi menjadi bank digital pada 2022 lalu, dari sebelumnya Bank Bisnis Internasional (BBSI).
“Karena kami masih mempunyai bisnis konvensional sekitar 25% dari sisi portofolio,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust.id, dalam diskusi media, di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga
Ia melanjutkan, dalam mendukung operasional bisnis, hingga saat ini Krom Bank memiliki total tiga kantor, yang terdiri dari satu kantor pusat yang berlokasi di Bandung, serta dua kantor cabang yang masing-masing berlokasi di Jakarta dan Bandung juga.
“Kantor cabang sekarang hanya dua yang kami punya. Satu di Djuanda, Bandung dan satu lagi di Mangga Dua, Jakarta,” kata Anton.
Meskipun menganggap peran kantor cabang masih penting untuk mendukung operasional bisnis, lanjut Anton, dalam waktu dekat pihaknya tidak akan berencana untuk menambah cabang baru karena tengah fokus menggenjot bisnis digital.
“Kami masih melakukan fokus terhadap bisnis digital. Jadi dalam waktu setahun atau dua tahun ini tidak ada pemikiran untuk menambah cabang dulu,” ucapnya.
Baca Juga
Agar Tak Kalah Bersaing, Krom: Bank Digital Perlu Punya Nilai Tambah
Menurutnya, saat ini Krom Bank tengah mengembangkan produk pembiayaan digital atau digital loan, yang ditargetkan akan rampung hingga akhir tahun ini. Produk ini diharapkan nantinya bisa launching pada tahun depan.
Tantangan dalam menjalankan suatu produk pembiayaan digital baru, kata Anton, tidak bisa langsung terlihat hasilnya dalam sebulan atau dua bulan.
Setidaknya hasilnya baru bisa terlihat dalam enam bulan hingga setahun, apakah non performing loan (NPL)-nya naik atau tidak, segmen yang dipilih tepat atau tidak, dan sebagainya.
“Jadi tantangannya adalah bagaimana akuisisi customer,” ucap Anton.

