Industri Asuransi Tiongkok Catat Kenaikan Premi 5,1% dan Lonjakan Klaim 47,8% di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Industri perasuransian di Tiongkok mencatatkan kinerja positif hingga kuartal pertama 2024. Melansir InsuranceAsia, Jumat (14/6/2024), hal ini tercermin dari pendapatan premi asuransi primer yang tumbuh 5,1% secara tahunan menjadi CNY 2,2 triliun atau setara Rp 4.490,81 triliun.
Sebagai informasi, asuransi primer merupakan asuransi kesehatan yang biasanya melindungi seoramg karyawan, pelanggan, atau anggota. Contohnya, asuransi kesehatan yang diterima seseorang melalui perusahaan tempat bekerja biasanya merupakan asuransi primer.
Di sisi lain, pembayaran klaim dan manfaat asuransi melonjak drastis sebesar 47,8% secara tahunan menjadi CNY 735,2 miliar atau setara Rp 1.651,21 triliun di kuartal pertama tahun ini.
Baca Juga
Garap Pasar Asuransi Kacamata, BUPA Global Health dan Global Excel Gandeng Optik Melawai
Sementara itu, polis asuransi baru yang diterbitkan hingga periode tersebut tercatat sebanyak 20,6 miliar polis asuransi, atau tumbuh 30,1% secara tahunan. Secara industri, perusahaan-perusahaan asuransi di Tiongkok mencatatkan rasio solvabilitas komprehensif sebesar 195,6% dan rasio solvabilitas inti 130,3%.
Secara rinci, rasio solvabilitas komprehensif per lini bisnis, yakni asuransi properti dan kecelakaan sebesar 234,1%, asuransi pribadi 186,2%, dan perusahaan reasuransi 264,4%. Lalu dari segi rasio solvabilitas inti masing-masing lini tersebut mencatat 206,3%, 113,5% dan 229,1%.
Baca Juga
Ini Jurus OJK Agar Klaim Asuransi Kesehatan Tidak Terus Membengkak
Dari sisi aset, merujuk data Badan Regulasi Keuangan Nasional Tiongkok atau the National Financial Regulatory Administration (NFRS), industri asuransi di Tiongkok mencatatkan total aset sebesar CNY 32,9 triliun atau setara Rp 73.891,23 triliun di kuartal I 2024, naik 10,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jika dirinci total aset asuransi properti tumbuh 4,4% menjadi CNY 2,9 triliun atau Rp 6.512,34 triliun, aset asuransi pribadi sebesar CNY 28,6 triliun atau Rp 64.225,16 triliun atau juga naik 4,4%, pertumbuhan aset reasuransi 3,8% menjadi CNY 775,1 miliar atau Rp 1.740,25 triliun, serta total aset dari manajemen aset asuransi mencapai CNY 120,9 miliar atau Rp 271.465,65 triliun atau naik 14,9%.

