Amar Bank Ungkap 3 Tantangan Ini Tengah Dihadapi UMKM
Reporter | Taufiq Al Hakim
Editor | Lona Olavia
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane mengungkapkan, tantangan pertama yang dihadapi oleh pasar UMKM adalah terkait keterbatasan pencatatan keuangan. Menurut Josua, 20% UMKM yang mengakses pinjaman formal, sebagian besar tidak memiliki riwayat kredit.
"Mereka lebih fokus pada penjualan dan operasional, sehingga catatan keuangan dan akuntansi mereka kurang baik," ujar Josua dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik 2024 di Mövenpick Hotel Jakarta City Centre, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024).
Lebih lanjut, Josua menyebut, pasar UMKM juga menghadapi yang namanya keterbatasan jaminan. Di mana, 54% UMKM adalah pedagang, dan 65% membutuhkan pinjaman modal kerja.
"UMKM lebih memprioritaskan arus kas dari pada kepemilikan properti, dengan fokus pada likuiditas dan efisiensi operasional," ungkapnya.
Terakhir, siklus cash flow yang tidak konsisten. Josua membeberkan, hal ini dikarenakan permintaan yang bersifat musiman dan berbasis proyek, pembayaran yang tertunda dari pembeli yang lebih besar, serta manajemen keuangan dari inventaris yang tidak memadai.
Sebagai informasi, pada kuartal I 2024, penyaluran kredit Amar Bank meningkat sebesar 3,1% menjadi Rp 2,7 miliar jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023. Di mana, penyaluran kredit secara prudent difokuskan pada sektor produktif, terutama pada segmen UMKM sebesar 52%.
