Duh! Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal, OJK Lakukan Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kalangan guru menjadi profesi yang banyak terjerat utang pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, setidaknya sebesar 42% korban pinjol ilegal didominasi oleh profesi mulia ini.
"Ada satu survei yang dilakukan pihak independen, bahwa korban terbesar pinjol ilegal adalah guru sebesar 42%, tentu ini angka yang banyak sekali," ujar wanita yang akrab disapa Kiki itu dalam acara Training of Trainers bagi guru dengan tema “Guru Cerdas Keuangan, Wujudkan Masa Depan Sejahtera” di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2024).
Berdasarkan riset dari No Limit Indonesia tahun 2021, sebanyak 42% guru sering terjerat pinjol. Kemudian disusul korban PHK 21%, ibu rumah tangga 18%, dan karyawan 9%.
Baca Juga
Cek Sebelum Terlambat! Ini Daftar 537 Pinjol Ilegal Terbaru dari OJK
Lebih lanjut, Kiki menyebut, angka ini merupakan angka yang tidak sedikit. Oleh karena itu, OJK hadir terutama pada kesempatan tersebut salah satunya adalah memiliki tugas edukasi dan literasi kepada masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) Nomor 4 Tahun 2023.
"OJK ini tugasnya mengatur, mengawasi seluruh sektor jasa keuangan, sekaligus kita memiliki tugas memberikan edukasi, literasi kepada masyarakat. Kita juga punya tugas untuk penanganan aktivitas keuangan ilegal. Nah, hari ini saya senang sekali ketemu dengan ibu dan bapak guru, karena guru merupakan 1 dari 10 segmen prioritas yang sudah ditetapkan OJK," jelas Kiki.
Sebagai informasi, kegiatan Training of Trainers bagi guru yang digelar oleh OJK ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta mendorong edukasi keuangan bagi guru Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Baca Juga
"Hari ini kami menitipkan hal yang sangat penting bagi bapak dan ibu guru semuanya, yaitu edukasi keuangan untuk para anak didik dan diri sendiri juga tentunya," kata Kiki.
Adapun pada kesempatan ini, sebanyak 500 peserta hadir secara langsung di lokasi dan sekitar 2.500 hadir secara online.

