Banyak Gen Z dan Milenial Terjerat Pinjol Ilegal, Ternyata Ini Penyebabnya!
JAKARTA, investortrust.id – Banyak Gen Z dan milenial terjebak dalam kubangan utang, bahkan tak sedikit yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal. Ternyata penyebabnya sederhana, yaitu salah memilih gaya hidup.
“Ini soal pilihan gaya hidup, seperti belanja di mal, coffee shop, sport center, travelling, culinary, sampai gaming,” kata Wealth Management Specialist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Imelda Rani dalam diskusi Investortrust Goes to Campus di kampus Universitas Tarumanagara Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga
Agar Tak Menyesal, Gen Z Harus Tentukan “Why” Sebelum Berinvestasi, Apa Maksudnya?
Itu sebabnya, menurut Rani, BTN tak bosan-bosan mengimbau agar masyarakat merdeka dari penipuan-penipuan, seperti pinjol ilegal dan investasi bodong atau penipuan berkedok investasi.
“Biasanya kasus-kasus tersebut berawal dari lifestyle, seperti jalan-jalan ke mal, coffee shop, sport center, travelling, kuliner, gaming, dan seterusnya. Karena secara keuangan belum kuat, mereka akhirnya pinjam ke sana ke kemari, termasuk kepada pinjol ilegal,” tutur Rani.
Baca Juga
Imelda Rani menjelaskan, pengaruh media sosial (medsos) terhadap pilihan gaya hidup tak bisa diabaikan. “Selebritas, influencer, atau teman yang memperkenalkan produk baru di medsos bisa mendorong pengeluaran yang impulsif pada seseorang, bahkan ketika barang-barang itu sebetulnya tidak diperlukan,” papar dia.
Dia mencontohkan, ketika Kendall Jenner (model dan bintang realita televisi asal AS) memperkenalkan produk baru di medsos, orang-orang akan tertarik untuk langsung membelinya. Alasannya biasanya karena FOMO (fear of missing out) alias takut dianggap ketinggalan). “Padahal, ia sebetulnya sedang tidak terlalu membutuhkan barang tersebut,” ucap dia.
Rani menegaskan, ada lima tingkatan dalamkebebasan finansial (financial freedom) yang harus dimiliki Gen Z dan milenial, yaitu clarity, self-sufficiency, stability, financial independence, dan abundant wealth. “Seseorang yang dinyatakan merdeka secara finansial harus tahu lima tingkatan ini,” tandas dia.
Pertama, kata Imelda Rani, adalah clarity (memeriksa situasi keuangan). Kedua yaitu self-sufficiency (keinginan mandiri secara finansial). Ketiga adalah stability (sudah stabil keuangannya, tidak terlilit utang dan memiliki dana darurat minimal enam kali gaji kerja).
Baca Juga
Ngeri...! Gen Z dan Milenial Bergelimang Utang Pinjol Rp 27 Triliun
Adapun tingkatan keempat, menurut Rani, yaitu financial independence (sudah mandiri secara finansial, punya investasi, memiliki dana darurat dan lain-lain). Terakhir adalah abundant wealth (sudah tidak ada kekhawatiran dari segifinansial). “Kalau masuk level terakhir, biasanya sudah memasuki level nasabah prioritas kalau di bank,” ujar dia.
Rani mengungkapkan, untuk mencapai tingkatan-tingkatan tersebut, ada empat poin penting yang harus diperhatikan, yakni menetapkan tujuan hidup (life goal), membuat anggaran bulanan (budget bulanan), memulai investasi, serta meningkatkan literasi keuangan. (CR-3)

