Ekonom PermataBank Prediksi Ekonomi Nasional Tumbuh 5,07% di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PermataBank & Head of PIER (Permata Institute for Economic Research), Josua Pardede memprediksi, pertumbuhan ekonomi nasional akan berada di kisaran 5,07% hingga akhir 2024. Ekonomi juga akan cenderung meningkat di 2025 dan 2026. Hal tersebut didorong dari prospek sejumlah sektor di tahun ini.
Salah satunya, dari sisi inflasi yang diperkirakan akan tetap terjaga di kisaran 3%. Lalu, dari sisi kondisi fiskal, dengan normalisasi harga komoditas global global juga akan berpengaruh pada penerimaan khususnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
”Kami tetap melihat defisit fiskal akan berkisar -2,1%,” kata Josua, dalam acara Indonesia Economic Review 1Q2024, yang digelar PermataBank, di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,06% Tahun 2024
Sementara dari sisi neraca perdagangan atau trade balance, lanjutnya, diperkirakan ada potensi penurunan dari sisi surplusnya. Namun, dari sisi current account deficit atau defisit transaksi berjalan akan melebar, dari tahun lalu 0,11% terhadap produk domestik bruto (PDB), di tahun ini diperkirakan ada di kisaran 0,7-0,8% terhadap PDB.
“Dari sisi nilai tukar, kami perkirakan masih berkisar Rp 16.000. Dari sisi harga CPO (crude palm oil) dan minyak mentah, trennya cenderung meningkat di tahun ini,” ujar Josua.
Meski begitu, Josia melihat ada beberapa sektor yang berpotensi akan mencatatkan kinerja di bawah normal. Misalnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih akan berada di bawah 5%.
Baca Juga
Hal yang sama juga kemungkinan besar akan terjadi dari sisi investasi. Karena kondisi geopolitik global yang terus memanas serta dari sisi event politik di dalam negeri yang berpotensi memperlambat sektor ini.
“Dari sisi harga komoditas pun sama, sejalan dengan kondisi demand global yang melambat, untuk harga komoditas ini secara umum masih terjadi penurunan terutama untuk harga batubara,” kata Josua.

