Ekonom PermataBank Sebut Penurunan BI Rate Berpotensi Tekan Cost of Fund Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PermataBank & Head of Permata Institute for Economic Research (PIER) Josua Pardede mengungkapkan, penurunan suku bunga acuan BI Rate menjadi 6% akan berdampak positif, khususnya terhadap industri perbankan.
”Dengan pelonggaran kebijakan moneter BI (Bank Indonesia) tersebut diperkirakan akan mendorong penurunan cost of fund (biaya dana) yang selanjutnya akan mendorong penurunan suku bunga kredit,” ujarnya, kepada investortrust.id, Rabu (18/9/2024).
Penurunan suku bunga acuan ini juga, lanjut Josua, akan direspon oleh penurunan suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) yang selanjutnya akan berpengaruh pada penurunan suku bunga perbankan, termasuk suku bunga kredit.
“Secara best practice, pada umumnya penurunan suku bunga deposito sekitar satu bulan, sementara transmisi pada suku bunga kredit sekitar tiga hingga enam bulan tergantung kondisi likuiditas dan risiko kredit perbankan,” katanya.
Baca Juga
Ekonom PermataBank: Lima Hal Ini Jadi Alasan BI Rate Dipangkas Jadi 6%
Ia memperkirakan, dengan suku bunga perbankan yang berpotensi besar ikut turun maka akan mendorong solidnya permintaan kredit dengan mempertimbangkan penurunan cost of borrowing. Lalu, jika dilihat dari dampaknya terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, maka transmisi penurunan tingkat suku bunga terhadap perekonomian riil mempunyai tenggat waktu (time lag).
Di sisi bersamaan, pemotongan BI Rate juga berpotensi mendorong pembiayaan fiskal yang lebih kompetitif dan efisien, sehingga kebijakan fiskal dapat lebih ekspansif.
“Kombinasi pelonggaran kebijakan moneter, serta stance kebijakan makroprudensial yang tetap longgar berpotensi mendorong supply kredit perbankan sedemikian sehingga mendukung fungsi intermediasi perbankan pada perekonomian riil,” ucap Josua.
Baca Juga
Sementara itu, dikatakan dia, dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan melambat dalam jangka pendek ini, maka momentum penurunan suku bunga acuan BI diprediksi akan mendukung pertumbuhan ekonomi agar tetap solid.
Sekadar informasi, hari ini (18/9/2024), BI akhirnya memangkas suku bunga acuan BI Rate sebesar -25 bps menjadi 6% pada September 2024. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga dipangkas -25 bps menjadi masing-masing 5,25% dan 6,75%.

