Mahendra: Pendapatan Premi Asuransi Tumbuh, Jadi Rp 320,88 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) menunjukkan peningkatan. Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama tahun 2023 mencapai Rp 320,88 triliun atau tumbuh 3,02% yoy.
"Secara umum, permodalan di industri asuransi menguat, dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 458,01% dan 362,21%, jauh di atas threshold. Di sisi industri dana pensiun, aset dana pensiun per Desember 2023 tumbuh 6,91% yoy, dengan nilai aset sebesar Rp 368,70 triliun. Sementara pada perusahaan penjaminan, nominal imbal jasa penjaminan yang ditangguhkan di Desember 2023 tercatat sebesar Rp 16,75 triliun, dengan nilai aset mencapai Rp 46,41 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dalam Konpres Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2024, Jakarta, Selasa (30/01/2024).
Baca Juga
OJK: Tumbuh 4,4%, Premi Asuransi Jiwa Tahun 2024 Diproyeksikan Rp 165,92 Triliun
Lembaga Pembiayaan
Ia mengatakan lebih lanjut, Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) juga menunjukkan perkembangan yang positif. Piutang pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tumbuh di level yang tinggi sebesar 13,23% yoy pada Desember 2023, didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi, yang masing-masing meningkat sebesar 15,10% yoy dan 8,98% yoy.
"Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga, dengan rasio non-performing financing (NPF) net tercatat sebesar 0,78% dan NPF gross sebesar 2,44%. Gearing ratio perusahaan pembiayaan menunjukkan tren yang positif dan tercatat sebesar 2,26 kali. Sementara itu, outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending di 2023 mencapai Rp 59,64 triliun, tumbuh 16,67% yoy dengan penyaluran kepada UMKM sebesar Rp 20,87 triliun (34,99% dari total pembiayaan P2P). Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga sebesar 2,93%," imbuhnya.
Baca Juga
Pelaku Usaha Ini Ungkap Fintech P2P Lending Berdampak Signifikan Menaikkan Penjualan Perusahaan

