Pinjol Ilegal Tetap Marak Meski Sering Diblokir, Teranyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap alasan dibalik maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal meski telah dilakukan pemblokiran.
OJK mengklaim, regulator telah memblokir keuangan ilegal di sektor jasa keuangan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, masih maraknya pinjol illegal dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Baca Juga
Waspada! OJK Ungkap Modus Penipuan Pinjol Ilegal Meningkat Saat Libur Nataru
"Memang ada kebutuhannya, masyarakat kita memang ada kebutuhannya, dan mereka itu kebanyakan carinya yang gampang. Kalau lembaga keuangan yang legal, itu tentu kan ada ketentuan yang harus dipenuhi, seperti e-KYC (Know Your Customer) dan lain-lain," ujar wanita yang akrab disapa Kiki itu usai acara Peluncuran Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Tahun 2023-2027 di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan, berbeda dengan pinjol legal, pinjol ilegal tidak perlu melakukan proses e-KYC, sehingga dalam proses pencairan dana terbilang memiliki makanisme yang mudah.
"Tetapi kalau ini (pinjol ilegal), kadang-kadang baru WhatsApp, terus kasih nomor rekening, tiba-tiba (dana) udah masuk kan," kata Kiki.
Baca Juga
Oleh karena itu, Kiki menyampaikan, masyarakat kita terus harus dididik dan diedukasi.
Selain itu, Kiki membeberkan, sebelum adanya Undang-Undang Undang No. 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sistem Perbankan (UU PPSK), perkara pinjol ilegal hanya masuk pada ranah pidana umum.
"Sekarang sudah ada delik khususnya, yang harapan kita itu memberikan efek jera. Nah, ini sedang on process. Ini baru kita konsolidasi, merapatkan barisan dengan 16 Kementerian/Lembaga Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) untuk kami kejar dan memberikan efek jera, harapannya itu akan memperkecil gerak mereka dan bikin efek tambahnya,” imbuhnya. (CR-2)

