OJK Ungkap 3 Tantangan yang Bayangi Industri Dana Pensiun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tiga tantangan utama yang dihadapi industri dana pensiun dalam menjaga keberlanjutan pembayaran kepada peserta.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, penyelenggara program pensiun perlu memastikan dana yang dikelola tetap mencukupi untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun kepada peserta.
Industri dana pensiun, lanjut dia, terdiri atas penyelenggara program pensiun yang bersifat wajib seperti BPJS Ketenagakerjaan, PT Asabri, dan PT Taspen. Selain itu, terdapat penyelenggara program pensiun sukarela, yaitu dana pensiun pemberi kerja (DPPK) dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).
“Beberapa tantangan utama dalam menjaga pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun adalah kecukupan iuran, pengelolaan dana yang optimal, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (4/9/2026).
Baca Juga
Ajaib Perkuat Edukasi Dana Pensiun dalam Rangkaian Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Tantangan pertama, terkait kecukupan iuran. Ogi menjelaskan, tantangan ini terutama dihadapi penyelenggara program pensiun manfaat pasti (PPMP). Penyelenggara perlu menentukan besaran iuran yang tepat agar kebutuhan pendanaan untuk jangka panjang dapat terpenuhi.
“Untuk penyelenggara program pensiun yang sifat kepesertaannya sudah tertutup (tidak lagi menerima peserta baru), aspek iuran menjadi tantangan tersendiri karena otomatis nilai iuran yang masuk makin lama akan semakin sedikit,” katanya.
Kedua, tantangan optimalisasi pengelolaan dana. Menurut Ogi, dana pensiun harus dikelola secara optimal dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Strategi investasi juga harus disesuaikan dengan kewajiban dana pensiun atau liability driven investment.
“Ini termasuk pula mengelola kebutuhan likuiditas dana pensiun,” ucapnya.
Baca Juga
Pasar Saham Butuh Penyangga, Mampukah Dana Pensiun dan BPJS Jadi Jawaban?
Tantangan ketiga, terkait tata kelola dan manajemen risiko. Ogi menilai, penerapan tata kelola serta manajemen risiko yang memadai menjadi aspek penting dalam seluruh proses pengelolaan dana pensiun.
“Karena sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan penyelenggaraan program pensiun,” ujarnya.
