‘Tech Winter’ Masih Bayangi Modal Ventura, OJK Ungkap Strategi Adaptasi Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Fenomena tech winter masih menjadi perhatian industri modal ventura di Indonesia. Kondisi tersebut membuat perusahaan modal ventura (venture capital corporation/VCC) lebih selektif menyalurkan pembiayaan.
Tech winter adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode perlambatan atau "musim dingin" di sektor teknologi dan venture capital. Periode ini terjadi ketika pendanaan menjadi lebih sulit diperoleh, valuasi perusahaan rintisan (startup) menurun, dan investor menjadi jauh lebih selektif dalam menanamkan modal.
Baca Juga
OJK Godok Revisi POJK Modal Ventura, Laba Industri Turun 5% Meski Pembiayaan Mulai Tumbuh
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman mengungkapkan, kondisi pasar yang masih menantang mendorong perusahaan modal ventura meningkatkan kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.
“Tech winter masih menjadi perhatian dalam industri modal ventura, khususnya VCC, yang cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip Minggu (9/8/2026).
Menurut Agusman, kondisi itu turut mendorong industri modal ventura melakukan penyesuaian strategi bisnis. Salah satunya dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan debitur yang bergerak di sektor riil.
Baca Juga
OJK Sebut BOPO Industri Modal Ventura Membaik, tapi Efisiensi Masih Perlu Ditingkatkan
Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya industri untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar, sekaligus mencari ruang pertumbuhan baru di tengah masih selektifnya pembiayaan kepada perusahaan berbasis teknologi.
“Di sisi lain, industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi, antara lain dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha atau debitur yang bergerak di sektor riil sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar,” kata Agusman.

